>

JAKARTA PSBB KETAT: 181 Orang Terjaring Razia Masker di Jaksel

  Selasa, 15 September 2020   Aini Tartinia
Satpol PP Jakarta Selatan menjaring 181 warga Jakarta Selatan yang melanggar peraturan protokol kesehatan/dok: selatan.jakarta.go.id

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA.COM - Hari pertama kemarin, Senin (14/9/2020), saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan DKI Jakarta, Satpol PP Jakarta Selatan menjaring 181 warga yang tak mengenakan masker.

Para pelanggar protokol kesehatan itu terjaring dalam Operasi Tibmask (Tertib Masker) di sejumlah wilayah Jakarta Selatan pada Senin, 14 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta No.88 Tahun 2020.

“Hasil Operasi Tibmask se-Jakarta Selatan pada hari pertama sebanyak 181 pelanggar, 170 pelanggar kerja sosial dan 11 pelanggar denda administrasi,” ujar Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Harmawan, dilansir selatan.jakarta.go.id, Selasa (15/9/2020).

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Duh… Baru Sehari Pengetatan, 8 Kantor Ditutup Sementara

Ujang mengatakan, kegiatan pendisiplinan ini bakal berlangsung hingga dua minggu ke depan, yakni Minggu 27 September 2020. Oleh karenanya, Ujang bakal mengerahkan sebanyak 350 lebih petugas Satpol PP dalam monitoring pelaksanaan PSBB pengetatan di Jakarta Selatan.

“350 lebih Satpol PP itu gabungan Satpol PP tingkat kota, kecamatan dan kelurahan. RInciannya, 50 Satpol PP tingkat kota dan masing-masing 30 Satpol PP gabungan kecamatan dan kelurahan yang terserbar pada 10 kecamatan di Jakarta Selatan,” ujarnya.

Nantinya, selama dua pekan ke depan sejumlah titik yang kerap ramai dikunjungi masyarakat di Jakarta Selatan bakal dijaga oleh petugas gabungan untuk mengawasi mereka yang beraktivitas dengan mengedepankan protokol kesehatan.

AYO BACA : BLT UNTUK PEGAWAI HONORER: Kapan Diluncurkan, Cara Penyaluran, dan Berapa Besarannya Masih Dikaji

Penjagaan tersebut dilakukan rutin nonstop dari pagi hingga malam hari. Sejumlah titik yang menjadi target ialah tempat usaha, perkantoran dan lingkungan yang kerap berkerumun massa. Contohnya, Kawasan Bulungan yang kerap ramai digunakan tempat nongkrong pada malam hari, atau Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Minggu yang ramai saat pagi.

“Hari pertama penerapan PSBB, petugas Satpol PP tingkat kota dan Satpol PP kecamatan menyambangi perkantoran dan tempat usaha untuk memberikan surat edaran sekaligus sosialisasi,” kata Ujang.

Diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan kembali menerapkan PSBB dengan pengetatan setelah kasus Covid-19 di ibukota berada dalam taraf mengkhawatirkan. Anis mengatakan, keputusan itu diambil dikarenakan tiga indikator yang diperhatikan Pemprov DKI Jakarta dalam pandemi ini, yakni tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU khusus Covid-19 dan lonjakan kasus positif di Jakarta.

Berbeda dengan PSBB awal dan PSBB transisi, Pemprov DKI Jakarta kali ini meminta bantuan Polri dan TNI untuk menindak warga yang membandel tak mengenakan masker sesuai protokol kesehatan.

AYO BACA : Masker Scuba Tak Efektif Cegah Corona? Simak Ulasannya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar