PENCAIRAN BLT TAHAP 3: Cair Deh, Tinggal Himbara Kirim ke Rekening Penerima, Termasuk Bank Swasta dan BCA

  Selasa, 15 September 2020   Eries Adlin
Presiden Joko Widodo menyapa pekerja formal yang menerima bantuan subsidi upah (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), dalam acara di Istana Negara, 27 Agustus 2020/twitter @BPJSTKinfo

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pencairan bantuan langsung tunai (BLT), kemudian disebut bantuan subsidi upah (BSU), tahap 3 dipastikan segera sampai ke rekening para calon penerima bantuan termasuk ke rekening Bank BCA yang kerap dipertanyakan.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, kementeriannya telah selesai melakukan check list terhadap 3,5 juta data rekening pekerja atau buruh formal sesuai dengan kriteria dalam Peraturan Menaker No. 14 tahun 2020. Dengan begitu, pencairan BLT tahap 3 ke rekening bank para penerima, termasuk Bank BCA dan bank swasta lain, tinggal menunggu waktu.

Menaker Ida menjelaskan penyaluran BLT atau BSU tahap 3 dicairkan kepada 3,5 juta pekerja atau buruh formal sesuai kriteria Permenaker 14/2020 antara lain peserta aktif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan bergaji di bawah Rp5 juta.

Penyaluran BSU atau BLT tahap 3 tersebut melengkapi penyaluran pada tahap sebelumnya di mana pada tahap 1 sebanyak 2,5 juta penerima dan pada tahap 2 sebanyak 3 juta penerima. Secara total, hingga saat ini penyaluran subsidi upah atau gaji telah diberikan kepada 9 juta penerima atau 57 persen dari total target penerima sebanyak 15,7 juta orang.

Setelah menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, Kemnaker memaksimalkan waktu selama 4 hari kerja terhitung semenjak Rabu hingga Senin kemarin untuk melakukan check list kelengkapan data.

“Ketentuan 4 hari tersebut memang kami atur dalam Juknis sebagai upaya untuk meminimalkan resiko kesalahan data penerima sehingga dapat tepat sasaran,” kata Menaker Ida, Selasa (15 September 2020), seperti dilansir laman resmi kementerian itu, kemnaker.go.id.

Data yang telah di-check list tersebut kemudian diproses oleh tim Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk dapat segera dicairkan dana subsidi upah atau gaji kepada Bank Penyalur.

Selanjutnya, Bank Penyalur akan menyalurkan uang subsidi ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), maupun rekening bank swasta lain termasuk Bank BCA.

“Alhamdulillah check list selesai, proses pencairan ke KPPN juga sudah selesai, selanjutnya saya imbau agar Bank Penyalur segera transfer ke rekening penerima.”

Menaker Ida memastikan Kemnaker terus berupaya semaksimal mungkin untuk memproses pencairan BSU atau BLT kepada para pekerja. “Saya tegaskan, tidak ada upaya Kemnaker untuk menghambat penyaluran subsidi ini, namun kami tentu harus bekerja secara prosedural sesuai regulasi yang intinya agar program ini tepat sasaran.”

Selain itu, tambahnya, Kemnaker terus berkoordinasi dengan Bank Penyalur untuk mempercepat proses transfer ke rekening penerima. “Jika ada kendala maka kami cari jalan keluar bersama.”

Terkait dengan realisasi penyaluran, data Kemnaker per 14 September 2020 menunjukkan bahwa penyaluran subsidi tahap I dan tahap II telah diberikan kepada 5,45 juta penerima atau 99,1 persen dari total penerima tahap 1 dan tahap 2 sebanyak 5,5 juta orang. Untuk tahap 3 sendiri baru akan terlihat realisasinya kurang lebih dalam 2 hari ke depan.

Menaker Ida berharap bantuan subsidi gaji dapat membantu daya ekonomi serta dimanfaatkan secara optimal oleh para pekerja/buruh. Bantuan ini juga diharapkan mengurangi beban para pekerja pada masa pandemi.

“Bantuan subsidi upah ini diarahkan untuk menjaga dan meningkatkan daya beli pekerja atau buruh serta mendongkrak konsumsi masyarakat. Sehingga, kemudian menimbulkan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.”

BLT PEGAWAI HONORER

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menteri di bidang ekonomi mengkaji pemberian bantuan langsung tunai kepada seluruh tenaga atau pegawai honorer. Kalau mengikuti pola BLT atau bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja dan buruh formal yang sudah berjalan, maka besaran bantuannya senilai Rp600 ribu per bulan.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan Presiden Jokowi meminta dilakukan pendalaman terkait dengan pemberian BLT untuk tenaga atau pegawai honorer di seluruh Indonesia.

“Pemerintah akan melakukan kajian di mana tenaga honorer pun akan diberikan bantuan (BLT), karena sebagian kecil tenaga honorer ini ada yang sudah mendapatkan bantuan melalui data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan,” kata Airlangga. Pernyataan tersebut disampaikan Menko Airlangga dalam jumpa pers secara virtual seusai mengikuti Rapat Terbatas terkait dengan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (14 September 2020).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar