JAKARTA PSBB KETAT: 10 Perusahaan Ditutup Sementara Karena Covid-19, 4 di Antaranya Kena Sanksi

  Rabu, 16 September 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/suara.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertrans dan Energi) DKI Jakarta menutup sementara 10 perusahaan sejak pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin 14 September 2020.

Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan bahwa 10 perusahaan yang ditutup tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak (sidak) terhadap 130 perusahaan dalam dua hari terakhir. Data perusahaan berasal dari Dinas Kesehatan menyebutkan ada salah satu pekerja positif Covid-19.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

“Kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Karena banyak perusahaan yang melapor langsung ke Dinkes, mereka kirim data-data yang melapor. Kami langsung mendatangi kantor tersebut, sudah benar belum perusahaan atau kantor melakukan protokol dan penanganannya,” ungkap Andri, Rabu (16 September 2020) seperti dilansir laman resmi Pemprov DKI, beritajakarta.id.

Rincian hasil sidak menyebutkan , enam perusahaan ditutup karena ditemukan kasus positif Covid-19 dan empat perusahaan karena tidak menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19 pada Senin (14/9).

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

“Kalau yang enam seperti itu perusahaan tidak kena denda karena mereka melaporkan adanya kasus. Hanya seluruh gedung ditutup tiga hari untuk dilakukan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, empat perusahaan pelanggaran yang dilakukan yakni perkantoran tersebut tidak membatasi jumlah karyawannya maksimal 25 persen dari kapasitas normal. Selain itu, pekerja lalai dalam menerapkan protokol kesehatan. Contoh, dalam perjalanan ke kantor pakai masker, tapi sampai ruangan maskernya dibuka.

“Kalau di ruangan itu dia sendiri tidak masalah. Tapi kalau di ruangan itu ada karyawan lain itu yang bermasalah. Karena kita tahu sendiri PSBB ini sudah berlangsung cukup lama makanya sekarang diketatin supaya benar-benar disiplin menjalankan protokol pencegahan Covid-19,” tutur Andri.

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar