Harian Covid-19 DKI Jakarta Sebanyak 1.294 Kasus (Update 16 September 2020)

  Rabu, 16 September 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi wabah vius corona/ shutterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Rabu (16/9/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 1.294 kasus di DKI Jakarta. Angka ini naik dibanding Selasa lalu, yakni sebanyak 1.076 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 57.469 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 44.171 kasus serta 1.481 kasus meninggal dunia.

Rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 13 September 2020 yaitu 1.380 kasus. Jika dilihat dari grafik yang ditayangkan lewat covid19.go.id, selama bulan Agustus 2020, DKI Jakarta memiliki peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

Data statistik dari laman tersebut menyatakan, DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus. Sejak saat itu, hanya ada beberapa hari penurunan kasus yang tidak lebih dari 1.000 kasus, seperti pada 1 September (901 kasus), 4 September (880 kasus), 5 September (887 kasus), 11 September (964 kasus), dan 14 September (879 kasus).

Selebihnya hingga hari ini,  DKI Jakarta selalu mencatat kasus harian Covid-19 yang melebihi angka 1.000 kasus. Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

  • 10 September: 1.274 kasus
  • 11 September: 964 kasus
  • 12 September: 1.205 kasus
  • 13 September: 1.380 kasus
  • 14 September: 879 kasus
  • 15 September: 1.076 kasus
  • 16 September: 1.294 kasus

Secara nasional, penambahan kasus positif Covid-19 hari ini mencapai rekor baru yaitu 3.963 kasus. Penambahan hari ini menjadikan total kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 228.993 kasus. Angka itu termasuk 55.792 kasus dalam perawatan, 164.101 kasus sembuh, dan 9.100 kasus meninggal dunia.

Hari ini, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat DKI Jakarta memasuki hari ketiga sejak diberlakukan mulai Senin, 14 September 2020. Dalam penerapan PSBB kali ini, ada tiga faktor yang akan diawasi.

Pertama, ketentuan pembatasan karyawan yang bekerja di kantor maksimal 25% dari seluruh karyawan. Kedua, kepatuhan protokol kesehatan. Ketiga, penemuan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyebut kasus penularan Covid-19 paling banyak terjadi di perkantoran. "Saat ini kita menyaksikan justru kasus terbanyak dari kejadian-kejadian yang sekarang bermunculan adalah dari perkantoran," kata Anies dalam konferensi pers virtual, Minggu (13/9/2020).

Oleh karena itu, Anies mengatakan PSBB yang di mulai sejak Senin kemarin memang bakal fokus melakukan pengetatan di perkantoran ibukota. Dia juga menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan perkantoran menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), kecuali 11 sektor usaha.

Adapun 11 Usaha yang masih diperkenankan bekerja di kantor sebagai berikut:

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Polisi Sebut Belum Ada Penyekatan Jalan Antara Jabar - Jakarta, Ini Alasannya

1.     Kesehatan

2.     Bahan pangan makanan dan minuman

3.     Energi

4.     Komunikasi dan teknologi informasi

5.     Keuangan, Perbankan, Sistem Pembayaran, Pasar Modal

6.     Logistik

7.     Perhotelan

8.     Konstruksi

9.     Industri strategis

10.  Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu

11.  Kebutuhan sehari-hari

AYO BACA : UPDATE COVID-19 INDONESIA: Rekor Tertinggi Lagi, Hampir 4 Ribu Kasus Sehari (16 September 2020) --------- Artikel ini sudah Terbit di AyoJakarta.com, dengan Judul UPDATE COVID-19 INDONESIA: Rekor Tertinggi Lagi, Hampir 4 Ribu Kasus Sehari (16 September 2

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar