KJP Plus & KJMU Tahap 2 Tahun 2020 Cair 20-an September?

  Kamis, 17 September 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/ayobandung.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Salah satu bantuan yang amat ditunggu-tunggu oleh sebagian warga Jakarta selama ini lewat Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).  Belakangan mulai muncul pertanyaan apakah KJP Plus dan KJMU tahap 2 Tahun 2020 akan cair dalam beberapa hari mendatang atau sekitar 20-an September?

Kalau melihat kelaziman yang dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta pertanyaan sekaligus harapan tersebut sepertinya tidak berlebihan. Bantuan KJP Plus dan KJMU pada bulan-bulan sebelumnya memang cair di sekitar tanggal-tanggal tersebut.

Simak saja pengumuman pencairan KJP Plus dan KJMU yang sudah dilansir oleh Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) DKI lewat akun Instagram, upt.p4op, berikut ini:

 

Sementara itu, Pemprov DKI menjadwalkan pendaftaran pendataan penerima KJP Plus dan KJMU dibuka pada pekan ini. Kepada Ayojakarta, Ketua Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) DKI, Yanto, jika tak ada halangan pendaftaran KJP Plus dan KJMU akan diumumkan pada minggu ini.

“Insya Allah dalam minggu ini akan kami sosialisasikan (Pendaftaran KJP Plus dan KJMU),” kata Yanto, Selasa 15 September 2020.

Meski begitu, Yanto belum bisa menyebutkan tanggal pendaftaran bantuan pendidikan itu. Jika sudah siap, pihaknya akan menyampaikan langsung kepada masyarakat melalui situs resmi P4OP. Sampai Kamis 17 September, laman resmi yang mengurusi KJP Plus dan KJMU, kjp.jakarta.go.id, masih memajang pengumuman seperti di bawah ini:

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Dengan Hormat,

Sehubungan adanya mekanisme baru pada pendataan Calon Penerima KJP Plus dan KJMU Tahap 2 Tahun 2020, dengan ini disampaikan bahwa sampai saat ini pendaftaran belum dimulai. Pengumuman resmi tentang waktu dan mekanisme pendaftaran akan dimuat pada website ini.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.”

Meski belum ada keterangan resmi dari Pemprov DKI terkait dengan pendaftaran KJP Plus dan KJMU, mungkin kalian bisa mempelajari ketentuan dalam penyaluran program tahap 1 tahun 2020.

Berdasarkan informasi di situs kjp.jakarta.go.id, dana KJP dapat digunakan untuk belanja di toko perlengkapan pendidikan bermesin EDC Bank DKI atau jaringan Prima (BCA) dengan menggunakan Kartu ATM KJP Plus. Penggunaan EDC bank selain Bank DKI dikenakan biaya sesuai ketentuan antarbank.

Selain itu, Dana KJP Plus dapat ditarik tunai untuk uang saku dan transport. Sementara itu, dana yang belum digunakan tidak akan hangus dan akan menjadi tabungan siswa.

Untuk pelajar di sekolah swasta, dana KJP bisa digunakan untuk membayar iuran bulanan atau SPP yang secara otomatis dipotong dari rekening siswa ke rekening sekolah. Jika SPP siswa di bawah jumlah alokasi, akan diautodebet sebesar jumlah SPP ke rekening sekolah, sisanya menjadi hak siswa dan menjadi tabungan siswa.

Siswa yang berhak menerima KJP Plus harus memenuhi persyaratan seperti berikut:

1. Warga DKI Jakarta Berdomisili di DKI Jakarta yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga atau surat keterangan lain yang dapat dipertanggung jawabkan.

2. Membuat surat pernyataan tidak mampu/miskin yang diketahui orang tua dan Ketua RT setempat.

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

3. Terdaftar dan masih aktif disalah satu satuan pendidikan di Provinsi DKI Jakarta.

4. Diusulkan oleh sekolah yang telah ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan setempat yang selanjutnya diajukan ke Suku Dinas/Dinas Pendidikan setempat.

5. Terdaftar dalam BDT dan/ atau sumber data lain yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur

Berkas persyaratan calon penerima Kartu Jakarta Pintar Plus tahun 2020:

1. Surat Permohonan sebagai penerima bantuan sosial (Bansos KJP Plus),

2. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari orang tua/wali,

3. Berita acara peninjauan lapangan,

4. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak kepala sekolah (bermaterai cukup),

5. Surat rekomendasi untuk mendapatkan SKTM,

6. SKTM tahun 2020,

7. Pernyataan ketaatan penggunaan bantuan sosial biaya operasional pendidikan bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu melalui KJP Plus,

8. Daftar calon penerima KJP Plus tahun 2020 (ditandatangani Kepala Sekolah mengetahui Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Format).

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar