--> -->

Kabupaten Tasikmalaya Zona Oranye, Belajar Tatap Muka Ditunda

  Jumat, 18 September 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi

AYO BACA : 140 Klaster Keluarga Jadi Ancaman Penularan di Kota Bogor

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Seluruh Fasilitas Olahraga Indoor dan Outdoor Ditutup Sementara

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai 50 orang, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengambil langkah menunda pembelajaran tatap muka langsung di sekolah. Penundaan itu terlebih dengan munculnya kasus siswa SD yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya Dadan Wardhana mengatakan, pada saat Kabupaten Tasikmalaya berada pada zona kuning, pembelajaran tatap muka akan digelar. Namun pascapenambahan kasus yang membuat Kabupaten Tasikmalaya menjadi oranye, pembelajaran tatap muka ditunda.

"Kita terpaksa menunda, karena kondisinya kita masuk zona orange. Ada penambahan kasus termasuk yang siswa SD itu, " ucap Dadan, Jumat (18/9/2020).

Dinas pendidikan, tambah Dadan, dalam kondisi Covid-19 ini, sudah membuat modul pembelajaran di masa pandemi, yang sudah diedarkan kepada para kepala sekolah dan UPTD serta masyarakat di lingkungan sekolah.

"Supaya mematuhi dalam melaksanakan protokol kesehatan, ada sebagian yang melaksanakan kelompok belajar, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan, tidak tatap muka," ungkap Dadan.

Dihubungi terpisah, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengungkapkan, dengan munculnya kluster baru adanya anak SD yang terkonfirmasi positif Covid-19, walaupun mempunyai riwayat dari luar daerah, harus menjadi warning bagi semua.

"Artinya bagi sekolah untuk tidak dulu membuka pembelajaran secara langsung tatap muka tanpa persiapan matang. Karena pemerintah dan sekolah tidak bisa memberi jaminan ketika dilaksanakan belajar tatap muka," ungkap Ato.

Baik siswa maupun orang tuanya, kata Ato, tidak bisa dijamin ketika berinteraksi diluar sekolah bisa aman dari penularan Covid-19. Sehingga KPAID meminta kepada semua pihak termasuk pemerintah untuk sementara tidak melaksanakan belajar tatap muka.

"Apalagi jika standar protokoler kesehatan di sekolah masih belum bisa terpenuhi. Mengingat ketika pembelajaran tatap muka harus memenuhi lima unsur persyaratan," kata Ato. (Irpan Wahab)

AYO BACA : Kasus Tinggi, Kemenkes Pantau Pengendalian Covid-19 Kota Bogor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar