Pemkab Sasar 30 Ribu Orang di Kabupaten Cirebon untuk Tes Usap

  Sabtu, 19 September 2020   Budi Cahyono
Tes usap Bupati Cirebon, Imron Rosyadi. dok)

CIREBON, AYOJAKARTA.COM -- Tes usap (swab) di Kabupaten Cirebon telah melebihi target 1% jumlah penduduk. Meski begitu, otoritas kesehatan setempat akan terus melakukan tes usap massal.

Hingga kini, sebanyak 22.920 warga setempat telah menjalani tes usap. Jumlah itu diketahui melampaui target 1% jumlah penduduk Kabupaten Cirebon 2,2 juta jiwa.

Pada Sabtu (19/9/2020), tercatat 9 pasien Covid-19 baru. Dengan begitu, jumlah pasien positif di Kabupaten Cirebon mencapai 618 pasien.

Seiring penambahan kasus baru, jumlah pasien meninggal dunia pun bertambah menjadi 30 pasien dari sehari sebelumnya 27 pasien.

Sementara, jumlah pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun karantina mandiri sejumlah 389 pasien, sedangkan 199 pasien pulih.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyebut, penambahan kasus yang nyaris terjadi setiap hari justru melegakan pihaknya. Hal itu dinilai sebagai bukti deteksi Covid-19 terhadap warganya berhasil.

"Lebih baik diketahui agar penanganan bisa segera dilakukan," katanya.

AYO BACA : UPDATE HARIAN COVID-19 INDONESIA: Rekor Tertingi Lagi dan Lagi, Tembus 4.000-an per Hari (19 September)

Tes usap massal sendiri telah digelar di beragam tempat dengan sasaran berbagai elemen masyarakat, mulai pemerintahan, pendidikan, pondok pesantren, dan lokasi keramaian lain.

Dia meyakinkan, tes usap yang terus dilakukan pihaknya merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam penanganan wabah ini.

"Efek tes usap massal punya efek positif, kita jadi bisa lebih jelas memetakan kasus di Kabupaten Cirebon," tuturnya.

Terlebih, imbuhnya, pasien tanpa gejala masih mendominasi kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Bila penderita Covid-19 tanpa gejala ini tak terdeteksi, dipastikan jumlah pasien positif di Kabupaten Cirebon akan lebih tinggi lagi.

"Mengingat orang tanpa gejala ini tak merasakan apa-apa, dia merasa sehat. Ini lebih bahaya lagi, nanti bisa menularkan ke lebih banyak orang," ujarnya mengingatkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni memastikan, meski target telah tercapai, tes usap di Kabupaten Cirebon masih akan ditambah menjadi 30.000 orang lagi.

"Pada anggaran perubahan ini, kami akan menambah uji swab sebanyak 8.000 sampel," ungkapnya.

AYO BACA : UPDATE CORONA DKI JAKARTA 18 SEPTEMBER: Masih Ada 12.172 Kasus Aktif

Selain terhadap warga yang kontak erat dengan pasien positif, tes usap massal juga akan diberlakukan bagi pegawai di lingkungan perkantoran Kabupaten Cirebon.

Ketercapaian tes usap massal yang melebihi target 1% di Kabupaten Cirebon sendiri diakuinya berkat kecepatan gerak timnya.

Dia menyebut, dalam tempo sekitar 2 hari, hasil tes usap dari laboratorium Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Kota Cirebon, sudah bisa didapat dari. Begitu diketahui warga yang positif, tim dari puskesmas segera menindaklanjuti untuk melakukan penelusuran (tracing).

Selain secara konvensional, Pemkab Cirebon pun memiliki alat PCR portabel yang dapat melakukan pemeriksaan sampel secara cepat. Dalam sekali running, alat ini bisa mengolah 8 sampel dan hanya dengan waktu 45 menit hasilnya sudah diketahui.

Hanya, lanjutnya, sejauh ini alat PCR portabel dimanfaatkan untuk menguji sampel bersifat urgent yang hasilnya harus segera diketahui. Tes usap Bupati Cirebon misalnya, menggunakan alat ini dengan alasan urgensi yang cukup tinggi.

"Pak Bupati harus menghadiri suatu kegiatan bersama warga, jadi alat ini yang kami pakai," jelasnya.

Alat ini pun dapat digunakan untuk mempercepat tracing pada pasien suspek. Dia menyontohkan, ada pasien yang meninggal dan diduga Covid-19.

Untuk mempercepat informasi ihwal kondisi sang pasien, alat PCR portabel pun dimanfaatkan dalam uji sampelnya.

Secara umum, alat ini pun cukup simpel sehingga bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan di daerah-daerah terpencil dengan keterbatasan akses.(Erika Lia)

AYO BACA : Kabar Baik, 7 Dari 10 Orang Indonesia Sembuh dari Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar