Hanya untuk Pasien Gejala Berat, Orang Sehat tak Perlu Cari Remdesivir

  Senin, 05 Oktober 2020   Firda Puri Agustine
sebagai ilustrasi -- para relawan saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Prof. Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Pandemi Covid-19 mengubah perilaku seseorang menjadi lebih peduli sekaligus paranoid terhadap virus ini. Termasuk jika ada informasi mengenai produk antiviral Covid-19, tak sedikit masyarakat yang langsung ingin membeli.

Dokter Spesialis Paru dari RS Persahabatan Jakarta dr Erlina Burhan menegaskan pada masyarakat bahwa obat spesifik Covid-19 hingga kini belum ditemukan. Obat-obatan seperti Remdesivir merupakan antiviral yang dipergunakan dalam kondisi darurat seperti saat ini.

“Pertama, itu bukan obat bebas yang dijual di pasaran. Kedua, hanya diperuntukkan untuk pasien gejala berat. Ketiga, itu obat ada cara pemberiannya harus dengan resep dokter,” kata dr Erlina saat dihubungi Ayobekasi.net, Senin (5/10/2020).

Dia menjelaskan, obat sejenis Remdesivir merupakan antiviral yang diizinkan penggunaannya secara empiris. Obat ini juga sudah digunakan sebagai terapi penanganan pasien Covid-19 di luar negeri.

“Obat seperti Remdesivir ini antiviral yang karena belum ada obat (Covid-19), dipakai. Di luar negeri juga dipakai. Orang yang sehat ya ngapain cari obat ini? Enggak bisa dibeli bebas juga. Yang penting itu pencegahan,” ujarnya.

Pencegahan yang dimaksud dr Erlina salah satunya adalah dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak sosial. Jangan lupa juga untuk rajin mencuci tangan seta melakukan olahraga rutin.

“Paling penting pencegahan, jangan sampai sakit,” katanya.

Sebelumnya, perusahaan farmasi yang berpusat di Kabupaten Bekasi, PT Indofarma Tbk menyatakan kesiapannya memasarkan obat penanganan Covid-19 dengan merek dagang Desrem Remdesivir Inj 100 mg pekan depan.

Senada dengan dr Erlina, Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengungkapkan bahwa obat tersebut bukanlah terapi pencegahan bagi orang sehat, melainkan ditujukan untuk pasien Covid-19 dengan kategori gejala sedang dan berat.

“Desrem Remdesivir Inj 100 mg diperuntukkan penggunaannya pada pasien rawat inap Covid-19 dengan kondisi sedang-berat,” ujar dia.

Obat yang diproduksi oleh Mylan Laboratories Ltd ini telah mendapatkan persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia dan telah disetujui oleh BPOM melalui penerbitan Nomor Izin Edar yang sudah diterbitkan pada 30 september 2020.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar