--> -->

Tayangkan Film di TVRI Tanpa Izin, Kemendikbud Minta Maaf

  Sabtu, 10 Oktober 2020   Budi Cahyono
Ditjen Kebudayaan meminta maaf soal penayangan film Sejauh Kumelangkah. (Twitter/@budayasaya)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),TVRI, dan dan platform layanan streaming Usee mendapatkan surat teguran dari sutradara film Sejauh Kumelangkah, Ucu Agustin.

Alasannya, film karya Ucu Agustin tersebut ditayangkan dalam program Belajar dari Rumah tanpa izin resmi.

Atas kejadian tersebut, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud meminta maaf kepada Ucu Agustin.

"Kami memohon maaf atas kesalahan kami dalam menayangkan film Sejauh Kumelangkah pada program Belajar dari Rumah (BDR) di TVRI tanpa persetujuan resmi @ucu_agustin," tulis Ditjen Kebudayaan.

Mereka menyebut jika film Sejauh Kumelangkah ditayangkan melalui program Belajar dari Rumah TVRI karena mengangkat isu kesadaran disabilitas dan akses terhadap pendidikan inklusif.

"Kami berkomitmen untuk merampungkan permasalahan ini secara kondusif agar upaya kita untuk tetap menghidupkan kecintaan terhadap film Indonesia dan juga menegakkan pelindungan hak cipta dapat terus berjalan," pungkasnya.

Melalui kuasa hukumnya, Ucu Agustian mendesak ketiga lembaga tersebut untuk meminta maaf secara publik dan membuka rincian anggaran penggunaan program Belajar dari Rumah Kemendikbud.

"Permohonan maaf secara publik ini menjadi penting sebagai bukti komitmen dan keseriusan Pemerintah pada perlindungan hak cipta dan bukti itikad baik Pemerintah untuk menyelenggarakan Program Belajar di Rumah tanpa merugikan pemilik hak cipta atas film-film yang ditayangkan," demikian keterangan tertulis dari pihak Ucu Agustin pada Jumat (9/10/2020).

Ucu meminta agar pemerintah membuat Permendikbud sebagai peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas, dengan melibatkan Organisasi Penyandang Disabilitas dan mengatur setidaknya metode pembelajaran yang inklusif, baik pada situasi normal ataupun pandemi, serta kewajiban penyediaan fasilitas dan bahan ajar yg mampu menfasilitasi kepentingan pendidikan yang dibutuhkan untuk seluruh penyandang disabilitas.

Ia juga menuntut Kemendikbud, TVRI dan Usee TV mengganti kerugian materiil perihak hak cipta film mereka.

"Kemdikbud Bersama TVRI & UseeTV secara tanggung-renteng mengganti kerugian materiil sejumlah USD$80.000," tulisnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar