--> -->

Mencegah Klaster Baru, Pengelola Pasar Bambu Kuning Terapkan Prokes Ketat

  Sabtu, 10 Oktober 2020   Budi Cahyono
Pedagang menggunakan masker. (ilustrasi) Foto: Republika/Thoudy Badai

TANJUNG PRIOK, AYOJAKARTA.COM – Pengelola Pasar Bambu Kuning di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menerapkan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat.

Prokes berlapis ini dilakukan untuk mencegah munculnya klaster pasar tradisional di Pasar Bambu Kuning.

Lurah Sunter Agung, Danang Wijanarko, mengapresiasi penerapan protokol kesehatan berlapis yang dibuat pengelola Pasar Bambu Kuning.

"Pengelola tidak hanya menerapkan protokol kesehatan mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak (3M) tetapi mereka menyediakan rapid test dan alat pengukur pernafasan (oksimeter)," jelas Danang usai melakukan pengawasan bersama Satpol PP seperti dikutip Republika, Sabtu (10/10/2020).

AYO BACA : Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Naik 1.259 Kasus (Update 10 Oktober 2020)

Danang menyatakan upaya yang dilakukan pengelola pasar itu sangat baik dan bisa menjadi contoh pasar-pasar lain di DKI Jakarta.

"Ini merupakan pengamanan berlapis untuk mengantisipasi pengunjung terpapar Covid-19," ujar Danang.

Selain mengunjungi Pasar Bambu Kuning, tim Satgas Covid-19 Sunter Agung juga menempelkan sejumlah poster dan spanduk di sejumlah sudut pasar serta mengimbau setiap pedagang dan pembeli.

Danang juga melakukan pengecekan dan memastikan sejumlah fasilitas atau sarana protokol kesehatan yang ada di pasar tersedia.

AYO BACA : Cegah Klaster Baru, Pemkot Jakarta Timur Tambah Tempat Pengungsian Korban Banjir

"Sangat baik, ada lapis pengecekan kembali tidak hanya sekedar menggunakan thermo gun dan rapid test. Bahkan saya juga rencana akan menerapkan ini (penggunaan oksimeter) untuk di kantor," janji Danang.

Kepala Pasar Bambu Kuning Purwanto mengatakan apa yang dilakukannya sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19.

"Pedagang maupun warga yang beraktivitas di pasar dapat tenang dan nyaman," harap Purwanto.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 88 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Menangani Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta.

Peraturan lainnya yakni Pergub DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020 tentang penerapan displin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 (Covid-19).

AYO BACA : Demo Omnibus Law Ciptaker Berdampak pada Penanganan Covid-19 di Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar