>

JAKARTA PSBB TRANSISI: Aturan Buku Tamu Pemprov DKI Dinilai Epidemiolog Tidak Efektif

  Selasa, 13 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
Gubernur DKI Jakarta Anies BAswedan/ dok humas

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Aturan pencatatan identitas diri dalam buku tamu yang digagas oleh Pemprov DKI Jakarta di masa PSBB transisi fase II dinilai tidak efektif. Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono menilai hal itu tak akan bisa mencegah penularan corona.

Tri mengatakan, penelusuran pasien corona di Jakarta yang dilakukan Dinas Kesehatan sudah menurun dibandingkan sebelum bulan April.

\"Enggak bisa lah. Tahu nggak? Upaya kontak tracing udah menurun sejak bulan April,\" ujar Miko saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Miko menyebut sebelum bulan April, satu pasien positif corona bisa ditelusuri hingga ke 20 orang. Namun sekarang ini hanya ke sekitar 5 orang yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien.

AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Penumpang KRL Naik 7 Persen, di Stasiun Bogor Capai 6,7 Ribu Orang!

\"Kalau bulan April, satu orang positif bisa ditracing ke 20 kontak. Sekarang, dari satu kasus cuma ditracing ke lima sampai sepuluh orang,\" kata Miko.

Menurutnya hal ini disebabkan oleh pasien corona yang terlalu banyak. Upaya tracing yang bisa dilakukan jadi terbatas.

\"Sekarang itu kasus makin banyak, petugasnya kewalahan,\" jelasnya.

Karena itu, ia menyarankan agar Anies menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) meski sudah memasuki masa PSBB transisi. RT atau RW hingga wilayah yang tergolong zona merah harus segera dilockdown.

AYO BACA : Pemprov DKI: Penularan Corona Masih Terjadi, Tapi Melambat. Begini Datanya!

\"Kalaupun tidak dilakukan PSBB provinsi, ya lokal dilakukan pembatasan,\" pungkasnya

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan membuat kebijakan baru dalam aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Salah satunya adalah dengan mewajibkan sektor yang dibuka menyediakan buku tamu.

Anies mengatakan, buku tamu itu nantinya berfungsi untuk mencatat siapa saja karyawan atau pelanggan yang datang atau hadir ke lokasi yang dibuka. Ketentuan baru ini harus dipatuhi semua pihak yang diizinkan beroperasi saat masa PSBB.

\"Kebijakan baru yang diterapkan dalam PSBB Masa Transisi saat ini adalah pendataan pengunjung dan karyawan dalam sektor yang dibuka, dapat menggunakan buku tamu,\" ujar Anies dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2020).

Tak hanya buku tamu, Anies juga menyebut pihaknya sudah membuat fitur tambahan dalam aplikasi Jakarta Kini (Jaki) untuk mendata pelanggan atau karyawan. Menurutnya pendataan ini penting bagi pihaknya untuk mendata karena membantu kegiatan penelusuran pasien Covid-19.

\"Aplikasi teknologi yang telah berkolaborasi dengan pemerintah untuk memudahkan analisis epidemiologi khususnya contact tracing,\" jelasnya.

AYO BACA : Jakarta Kembali PSBB Transisi hingga 25 Oktober, Simak Aturan Barunya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar