>

Longsor Ciganjur Diduga Ada Kesalahan Konstruksi

  Selasa, 13 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
kondisi longsor di Ciganjur/ Suara.com

CIGANJUR, AYOJAKARTA.COM - Camat Jagakarsa, Jakarta Selatan, Alamsah, menduga ada kesalahan konstruksi pada dinding pembatas perumahan Melati Residence setinggi 12 meter. Ia menilai, konstruksi tersebut tidak sesuai standar, sehingga menyebabkan longsor.

"Yang jelas konstruksi kalau dia kuat tidak mungkin roboh," kata Alamsah di lokasi kejadian, Senin (12/10/2020) malam.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id - jaringan Ayojakarta, dinding pembatas itu dibangun secara vertikal. Di atas tebing itu, terdapat sejumlah rumah yang berada dalam Melati Residence.

Tampak sejumlah rumah di perumahan itu dibangun tepat di bibir tebing. "Yang jelas kenapa bisa roboh, karena perhitungannya kurang," kata Alamsah.

AYO BACA : Alhamdulillah Banjir Ciganjur Mulai Surut, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Langsung Tinjau Lokasi

Namun, Alamsah enggan mengungkapkan lebih jauh soal dugaan pengembang perumahan tersebut melanggar aturan tata ruang. Ia menambahkan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan pemeriksaan.

"Kami sedang investigasi soal keruntuhan tebing rumah ini. Saya kira memang harus ada jarak antara sempadan sungai dengan bangunan perumahan," kata Alamsah. 

Pada Minggu (11/10/2020) lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut proses investigasi dilakukan untuk mengungkap indikasi pelanggaran tata ruang. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diberikan.

"Sekarang dalam proses investigasi, apakah ketentuan-ketentuan tata ruang dilanggar atau tidak," kata Anies usai meninjau lokasi kejadian.

AYO BACA : 194 Orang Korban Banjir Ditempatkan di Tiga Titik Lokasi Pengungsian di Jakarta Selatan

Sebelumnya, longsor dan banjir melanda ratusan rumah di Jalan Damai RT 04/RW 02, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10/2020) pukul 19.10 WIB. Akibatnya lima rumah tertimpa longsor. 

Sebanyak 300 rumah terendam dengan ketinggian 35-150 sentimeter (cm). Sebanyak 1.200 jiwa terdampak. Per Senin malam, sebanyak 53 warga masih mengungsi.

Bencana itu bermula dari hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan sejak Sabtu sore. Anak Kali Setu, yang lebarnya hanya sekitar tiga meter, meluap. Walhasil, perumahan warga tergenang setinggi mata kaki. 

Berbeda dengan banjir sebelumnya di wilayah ini, banjir Sabtu lalu itu disertai longsor. Longsor berasal dari tebing pembatas perumahan Melati Residence. 

Perumahan yang berisi rumah dengan gaya minimalis itu terletak di sisi kiri sungai. Posisinya berada di ketinggian 12 meter dari bibir sungai. 

Tebing setinggi 12 meter yang dilapisi beton itulah yang ambles. Reruntuhannya menimpa lima rumah petak warga di sisi kanan sungai, yang posisinya hampir sama tinggi dengan bibir sungai. Reruntuhannya turut menutup badan sungai sehingga membuat kali semakin meluap dan memperparah banjir. 

AYO BACA : Banjir Ciganjur Surut, Petugas Fokus Angkut Sampah Dari Saluran Air

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar