>

Longsor Ciganjur, Warga Minta Pertanggungjawaban Manajemen Melati Residence

  Selasa, 13 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
Kondisi longsor di Ciganjur/ Suara.com

CIGANJUR, AYOJAKARTA.COM - Longsor yang terjadi di permukiman RT 04, RW 02, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu (10/10/2020) lalu membuat warga meminta pertanggungjawaban dari pihak manajemen pengembang perumahan Melati Residence.

Material longsor dari tebing yang sudah dilapisi tembok beton itu menimpa lima rumah petak warga di sisi kanan sungai. Rumah petak itu posisinya hampir sama tinggi dengan bibir sungai. Material longsor turut menutup badan sungai sehingga membuat kali semakin meluap dan memperparah banjir saat hujan deras mengguyur Jakarta.

Salah satu warga, Edi Firmansyah (43 tahun) meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang dialaminya. Rumah Edi ikut terendam banjir.

AYO BACA : Jaksel Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Selain itu, Irfan Maulana (23), salah satu warga yang rumahnya hancur tertimpa longsor, mengatakan, rumah di pinggir tebing dengan gaya minimalis itu baru dibangun sekitar setahun lalu. Ketika hendak dibangun, warga bersama ketua RT setempat menyatakan penolakan. 

Menurut warga, pengembang bersikukuh melanjutkan pembangunan di atas tebing setinggi 12 meter itu. Pengembang meyakini tebing yang sudah dilapisi tembok itu akan kuat menahan beban rumah.

"Warga akhirnya setuju setelah ada perjanjian dengan pihak pengembang. Janjinya mereka bertanggung jawab jika terjadi sesuatu terhadap warga akibat pembangunan rumah itu," kata Irfan.

AYO BACA : Demo Masif, IDI Ingatkan Rem Darurat ke Pemprov DKI

Kini, Irfan berharap pengembang melunasi janjinya itu. Terlebih rumahnya kini telah hancur dan dirinya sendiri juga mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsor.

Sebelumnya, longsor menimpa lima rumah warga di Jalan Damai RT 04/RW 02, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10/2020) pukul 19.10 WIB. Setelah longsor, banjir juga menggenangi 300 rumah warga di RT tersebut dengan ketinggian 35 - 150 sentimeter.

Akibatnya, 1.200 jiwa terdampak. Per Senin malam, sebanyak 53 warga masih mengungsi. 

Bencana itu bermula dari hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan sejak Sabtu sore. Anak Kali Setu, yang lebarnya hanya sekitar tiga meter, meluap. Walhasil, perumahan warga tergenang setinggi mata kaki.

Berbeda dengan banjir sebelumnya, banjir Sabtu lalu itu disertai longsor. Longsor berasal dari tebing pembatas perumahan Melati Residence. Terdapat sejumlah rumah yang berdiri di atas tebing setinggi 12 meter dari bibir sungai itu.

AYO BACA : Longsor Ciganjur Diduga Ada Kesalahan Konstruksi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar