>

PSBB Ketat ke Transisi, Aturan Penumpang Tak Berubah

  Rabu, 14 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
Pembatasan penumpang tetap dilakukan meski starus PSBB berubah dari PSBB Ketat menjadi PSBB Transisi / Republika

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana Pramesti memastikan tak ada perubahan kebijakan dalam penggunaan transportasi umum di Jabodetabek antara PSBB Ketat dan PSBB Transisi.

Polana menjelaskan, protokol kesehatan dan pembatasan penumpang tetap diterapkan. Menurut Polana, pembatasan kapasitas untuk menegakkan protokol kesehatan terutama melakukan jaga jarak.

“Transportasi publik tetap berjalan untuk melayani masyarakat yang masih beraktifitas. Namun, berlaku pembatasan dan pengendalian baik menyangkut kapasitas maupun frekuensi," kata Polana melalui pesan tertulisnya, Selasa (13/10/2020).

Polana meminta, pemerintah daerah di wilayah Jabodetabek menyusun aturan pelaksana moda transportasi yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 41 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. 

AYO BACA : Bukan Penjarahan, Massa Lakukan Aksi Bakar-bakar di Depan Thamrin City

Selain itu, Polana menguraikan, juga melakukan pembatasan frekuensi seiring berkurangnya penumpang. Pembatasan kapasitas maupun frekuensi dapat menyesuaikan status penyebaran Covid-19 di Jabodetabek.

“Untuk Jabodetabek mengingat telah menjadi wilayah teraglomerasi, BPTJ selalu mengupayakan agar kebijakan transportasi yang diputuskan oleh pemerintah daerah di dalamnya dapat sinkron satu sama lain,” kata Polana.

Polana menegaskan, pembatasan kapasitas demi menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir resiko penularan dan penyebaran covid-19 melalui angkutan umum. Seiring berjalannya waktu, Polana mengkalim, perilaku pengguna angkutan umum massal lebih disiplin dan teratur.

“Secara khusus saya perlu menyampaikan apresiasi pada para pengguna angkutan umum atas kesadaran mereka untuk konsisten patuh pada protokol kesehatan,” kata Polana.

AYO BACA : 2 hingga 10 Kasus Per-Kelurahan, Jakut Klaim Angka Penularan Corona Tak Mencolok

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar