>

Januari hingga September, 17 Kecelakaan Terjadi di Perlintasan Kereta Sebidang

  Kamis, 15 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi rel kereta/Suara.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta, Eko Purwanto mengatakan, ada 17 kecelakaan yang terjadi dalam kurun waktu Januari hingga September 2020 di jalur perlintasan langsung (JPL) atau perlintasan sebidang.

"PTKAI Daop 1 Jakarta mencatat, sejak Januari hingga September 2020 telah terjadi 17 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2020).

Dalam catatan, lanjut Eko, jumlah peristiwa kecelakaan mengakibatkan empat orang meninggal. Sedangkan enam orang lainnya mengalami luka berat dan 10 orang luka ringan.

Menurut dia, kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang masih rendah, sehingga terjadi kecelakaan. Padahal, jelas dia, sudah terdapat pintu perlintasan yang berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api agar tidak terganggu pengguna jalan lain, seperti motor, mobil, dan pejalan kaki. 

Hal itu pun telah tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Pasal 110 ayat 4.

“Sehingga pengguna jalan yang harus mendahulukan jalannya KA. Maka dari itu pintu perlintasan utamanya difungsikan untuk mengamankan perjalanan KA,” papar Eko.

AYO BACA : November, Vaksin Merah Putih Disuntik ke Hewan

Eko menjelaskan, pintu perlintasan kereta api itu pun dilengkapi dengan petugas jaga dan bunyi sinyal. Tujuannya, agar menjadi tanda bagi para pengendara kendaraan bermotor dan pejalan kaki untuk tidak melintas. 

"Untuk itu, pengendara dan pejalan kaki wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu kereta api sudah mulai ditutup," imbuhnya.

Eko menuturkan, kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan, tetapi juga pihak KAI. Sebab, perjalanan kereta api menjadi terhambat serta rusaknya sarana dan prasarana perkeretaapian. 

Oleh karena itu, sambung dia, sebagai salah satu upaya, PT KAI menggelar sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran serta kedisiplinan masyarakat saat melintas di perlintasan sebidang. 

Sosialisasi itu digelar di tiga lokasi di Jakarta, yakni JPL 17 Kemayoran, JPL 14 Bukit Duri dan JPL 11 Jalan Industri, Rabu (14/10/2020) dengan instansi keamanan dan pecinta kereta api.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan pembagian stiker dan masker. Selain itu, adapula aksi membentangkan spanduk imbauan serta teatrikal yang menampilkan adanya seolah korban kecelakaan di perlintasan sebidang.

"PT KAI Daop 1 Jakarta mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api," ujar Eko.

AYO BACA : Pemkab Bekasi Mulai Fungsikan Ruas Jalan Cibitung-Tegal Danas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar