Dialog dengan Bupati, Buruh di Bogor Tegaskan Tolak Omnibus Law

  Kamis, 15 Oktober 2020   Husnul Khatimah
Bupati Bogor, Ade Yasin menghadiri Dialog Ketenagakerjaan di Kabupaten Bogor bersama para ketua serikat pekerja dan ketua serikat buruh se-Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2020), (dok)

CIBINONG, AYOJAKARTA.COMĀ -- Bupati Bogor, Ade Yasin menghadiri Dialog Ketenagakerjaan di Kabupaten Bogor bersama para ketua serikat pekerja dan ketua serikat buruh se-Kabupaten Bogor, bertempat di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong pada Kamis (15/10/2020).

Ade Yasin mengatakan bahwa inti pertemuan tersebut serikat pekerja menyampaikan aspirasi penolakan terhadap Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

AYO BACA : Update Covid-19 Kota Bogor, 61 Pasien Sembuh dan 16 Kasus Positif (Kamis 15 Oktober)

Ade mengaku pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para buruh yang sudah bersama-sama menjadikan Kabupaten Bogor tetap kondusif, namun intinya aspirasi tetap tersampaikan.

"Idealisme para pekerja yang tinggi rupanya mampu menjaga kondusivitas wilayah, Kami Pemkab Bogor berterima kasih sebesar besarnya," ujarnya.

AYO BACA : Perkantoran di Bogor Diminta Rapat di Taman Kota

Ia pun mengatakan terkait rencana aksi 20 ribu buruh yang akan turun kejalan di wilayah Bogor pada jumat (16/10), sudah berkoordinasi dan sudah diadakan pertemuan, berapa pun yang turun ke jalan Bupati meminta untuk jaminan kondusivitas, karena Bupati akan turut menyampaikan aspirasi para buruh ke pemerintah pusat.

"Aspirasi para buruh akan kami sampaikan kepada Presiden Republik Indonesia dan kami minta agar tetap sama-sama menjaga kondusifitas, karena menjaga kondusivitas bukan hanya tanggung jawab kami saja," ungkapnya.

Ade Yasin juga berharap saat aksi tersebut dilakukan para buruh tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 demo buruh.

AYO BACA : Kabupaten Bogor Catat 42 Kasus Positif Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar