>

Warga Terdampak Longsor di Jagakarsa Berharap Pengembang Bertanggung Jawab

  Jumat, 16 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
kondisi longsor yang menimpa warga di Jalan Damai, RT 04 RW 02, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan / Republika

CIGANJUR, AYOJAKARTA.COM - Sudah lima hari longsor disertai banjir menimpa warga di Jalan Damai, RT 04 RW 02, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10/2020) pukul 19.10 WIB. 

Dalam peristiwa, sebanyak lima rumah tertimbun material longsor dan 300 rumah lainnya terendam banjir dengan ketinggian 35-150 sentimeter. Sebanyak 1.200 warga terdampak dengan dua diantaranya luka-luka dan satu tewas karena tertimpa material longsor.

Hingga hari ini, Jumat (16/10/2020), warga belum juga ditemui oleh pihak pengembang perumahan yakni Melati Residence. Padahal, warga berharap pihak pengembang memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika merasa takut, pihak pengembang dipersilakan hadir dengan didampingi polisi

"Pengembang sampai sekarang belum temui warga. Kalau mereka takut, silakan datang dengan didampingi Polsek," kata Agus, salah satu waga terdampak, Kamis (15/10/2020).

Ia pun meminta agar rumah mewah yang sudah rawan di atas warga segera dibongkar agar tidak menimbulkan longsor susulan. Pasalnya, sebagian fondasinya sudah ambles, dan memperbesar potensi longsor susulan. Apalagi tebing itu kini sudah kehilangan tembok penahannya pascalongsor.

AYO BACA : Longsor Ciganjur, Warga Minta Pertanggungjawaban Manajemen Melati Residence

Sekretaris RW setempat, Ahmad Soni, mengatakan, warga memang berharap agar rumah di atas tebing itu dibongkar. Tak hanya rumah yang sebelumnya ambles, tapi semua rumah yang berada di pinggir tebing.

"Harapan kita memang semuanya dibongkar, tapi kita sekarang mau bikin pertemuan dengan warga dulu agar satu suara ketika bertemu pengembang maupun pihak Pemkot Jaksel," kata Soni.

Kepala Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Selatan, Syukria, mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada pemilik rumah di atas tebing yang sebelumnya longsor itu. Pihaknya juga sudah melayangkan surat permintaan pembongkaran kepada pemilik rumah lain yang berdiri di pinggir tebing sungai di kawasan tersebut.

"Setelah kejadian longsor terhadap bangunan ini dan bangunan membahayakan lingkungan, Dinas Citata memberikan surat kepada pemilik untuk melakukan pembongkaran bangunan," kata Syukria.

Sementara, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, pengembang memiliki perjanjian dengan warga soal dampak pembangunan rumah tepat di pinggir tembok pembatas itu. Pengembang akan menanggung semua dampak atas pembangun tersebut.

"Pengembang harus beri kompensasi buat warga terdampak. Sesuai janjinya dulu," kata Agus.

AYO BACA : Longsor Ciganjur Diduga Ada Kesalahan Konstruksi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar