>

3 Tahun Anies Jadi Gubernur DKI, PSI: Program Penanggulangan Banjir Hanya Bersifat Reaktif

  Jumat, 16 Oktober 2020   Aini Tartinia
ilustrasi banjir di Jakarta/ Suara.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Jelang 3 tahun kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menilai upaya perencanaan penanggulangan banjir di ibukota hanya bersifat reaktif.

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, melihat cara penanggulangan banjir yang dilakukan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI selama era Gubernur Anies ini bukanlah suatu berbagai program penanggulangan untuk jangka panjang.

“Jadi, kan sekarang yang digalakkan adalah masalah gebrak lumpur, pembersihan lumpur di saluran. Padahal, ada tantangan paling besar dalam penanggulangan banjir, salah satunya pengembalian fungsi saluran air itu sendiri,” kata Idris dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2020).

Menurut Idris, pengembalian letak fungsi saluran-saluran air di wilayaj ibukota yaitu ada di normalisasi atau naturalisasi. PSI, kata Idris, dalam momen jelang 3 tahun kepemimpinan Gubernur Anies ingin mengingatkan bahwa terdapat tantangan atau pekerjaan rumah terkait penanggulangan banjir yang seharusnya diselesaikan secara fundamental.

AYO BACA : Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Mahasiswa dari BEM SI Dihadang Kawat Berduri

“Lanjutkan program-program normalisasi. Jadi, kalo hari ini, kita tidak dapat menilai upaya penanggulangan yang reaktif. Karena itu pekerjaan-pekerjaan rutin yang memang harus dilakukan,” ucapnya.

Diketahui, pengerukan sedimen lumpur dan sampah melalui program grebek lumpur terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta sebagai upaya antisipasi banjir. Seluruh pasukan lintas perangkat daerah dikerahkan untuk mempercepat program gerebek lumpur tersebut.

Seperti yang dilakukan di Kali Sekertaris segmen Jalan Sasak III, Jakarta Barat. Sedikitnya ada sekitar 100 pasukan biru, hijau ataupun kuning yang turun membersihkan lumpur.

Pasukan biru sendiri diketahui milik Sumber Daya Air DKI Jakarta yang memang kesehariannya bertugas membersihkan lumpur. Sementarapasukan hijau milik Dinas Pertamanan yang kesehariannya bertugas membersihkan taman atau menolong pohon. Sedangkan pasukan kuning merupakan milik Dinas Bina Marga yang kesehariannya bertugas memperbaiki dan membersihkan jalan.

AYO BACA : HASIL GETAFE VS BARCELONA: Menunggu Gol Ansu Fati Pecahkan Rekor (Preview & Prediksi, Live La Liga 18 Oktober)

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Juaini, mengatakan dalam program gerebek lumpur, pihaknya tidak hanya mengerahkan alat berat. Tetapi juga menurunkan pasukan untuk membersihkan dan memasukan lumpur ke dalam karung.

Untuk itu, Juaini menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas dinas tersebut yang mengerahkan pasukanya untuk ikut dalam program gerebek lumpur.

"Ada sekitar 100 satgas pelangi. Mudah-mudahan dengan adanya kolaborasi ini Dinas SDA bisa lebih cepat menyelesaikan pengerukan ini," kata Juaini dilansir beritajakarta.id, Kamis (15/10/2020).

uaini menjelaskan Kali Sekretaris dipilih menjadi prioritas lokasi pengerukan karena kawasan tersebut rawan banjir. Hulu Kali Sekretaris berada di Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan dan melintasi Jakarta Selatan hingga ke Jakarta Barat. Kondisi sekitar kali yang padat penduduk membuat pengerukan tidak dapat dilakukan terlalu dalam, yaitu maksimal kedalaman 1 meter.

"Karena kawasan ini sering banjir. Sehingga sekitar kawasan ini perlu dikeruk. Kali Sekretaris juga dapat kiriman dari hulunya. Selama ini mungkin sudah banyak endapan lumpur di kali ini. Sehingga harus kita keruk untuk menambah kapasitas" ungkapnya.

AYO BACA : Musim Hujan Datang, Pemkot Jakut Siagakan Lokasi Pengungsian di Semper Timur dan Pejagalan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar