--> -->

Dukung Kampanye 3M, Layanan BP Jamsostek Bekasi Tanpa Kontak Fisik

  Senin, 19 Oktober 2020   Firda Puri Agustine
Layanan virtual Lapak Asik BP Jamsostek Bekasi, salah satu upaya mendukung kebijakan pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 (Ayojakarta/Firda)

BEKASI SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 tengah gencar mensosialisasikan kampanye 3M sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

Kampanye ini dilakukan pada semua masyarakat, tak terkecuali di instansi seperti BP Jamsostek Bekasi.

Adapun gerakan 3M adalah memakai masker kemanapun, mencuci tangan dengan air mengalir secara rutin, dan menjaga jarak minimal satu meter serta menghindari kerumunan. 

Sejak awal pandemi, perusahaan melakukan transformasi, khususnya di bidang pelayanan dimana masyarakat yang ingin mengakses layanan klaim tidak lagi bertatap muka secara langsung dengan petugas.

AYO BACA : Covid-19 di Kabupaten Bekasi: 8 Kecamatan Diklaim Bersih, 5 Kecamatan Miliki Kasus Masih Tinggi

Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Bekasi Kota Kunto Wibowo mengatakan bahwa transformasi layanan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang menerapkan aturan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan dan kampanye 3M dimana hampir semua layanan kami dilakukan secara virtual. Kami namakan Lapak Asik atau Layanan Tanpa Kontak Fisik,” kata Kunto kepada Ayobekasi.net, Senin (19/10/2020).

Sistem Lapak Asik dan penerapan gerakan 3M dilakukan sejak peserta maupun ahli waris masuk di depan gerbang utama. Mereka akan melewati pengecekan suhu tubuh, diwajibkan mencuci tangan, memakai masker, dan antrean maupun ruang tunggu diberi jarak minimal satu meter.

“Seluruh petugas kami juga wajib memakai masker dan kelengkapan yang mendukung penerapan protokol kesehatan seperti face shield dan sarung tangan,” ujarnya.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Pemkab Bekasi Tunggu Arahan Pemerintah Pusat Terkait Uji Coba

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan BP Jamsostek Bekasi Kota Fitriana Sri Puji Rahayu menjelaskan, setiap peserta atau ahli waris yang ingin mengajukan klaim akan dilayani secara virtual oleh petugas pada bilik-bilik khusus yang saling berjarak minimal satu meter.

“Pelayanan dilakukan virtual. Kalau sebelumnya ada 25 bilik virtual, di masa ATHB (Adaptasi Tatanan Hidup Baru) ini kami kurangi tidak sebanyak itu. Kami sangat patuh pada instruksi pemerintah terkait protokol kesehatan,” katanya.

Dalam layanan virtual, peserta nantinya akan dibimbing dan diarahkan oleh petugas seperti melakukan video call. Mereka diminta menunjukkan berkas-berkas hanya lewat kamera dan tidak membutuhkan proses yang rumit.

“Satu petugas juga dapat melayani dua hingga lima peserta klaim secara berbarengan atau kami menyebutkan One to Many Service. Jadi, memang selain prosesnya menjadi efisien, protokol kesehatannya pun terjaga,” ujarnya.

Salah seorang peserta BP Jamsostek, Chairul mengaku bahwa proses klaim secara virtual merupakan pengalaman baru sekaligus menghemat waktu. Dirinya hanya diminta menunjukkan dokumen yang diperlukan tanpa proses berbelit.

“Awalnya sempet deg-degan juga namanya baru kan virtual kayak gini. Tapi, alhamdulillah prosesnya enggak susah sih dan dibantu juga sama petugasnya. Jadi, tinggal ikutin aja,” kata dia.

AYO BACA : Sosialisasikan 3M, Pemkot Bekasi Adakan ‘Gebrak Masker Giveaway’

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar