Kasus Harian Covid-19 di DKI Jakarta Dalam Tiga Hari di Bawah 1.000 Kasus (Update 19 Oktober 2020)

  Senin, 19 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Senin (19/10/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 926 kasus di DKI Jakarta. Angka ini turun dibanding Minggu lalu, yakni sebanyak 971 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 95.253 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 80.167 kasus serta 2.046 kasus meninggal dunia.

Sehingga, kasus aktif di DKI Jakarta sebanyak 13.040 kasus. Sejak 11 Oktober hingga hari ini, terjadi penurunan kasus harian Covid-19 yang cukup signifikan.

Tercatat, sudah 4 hari berturut-turut sejak 13 Oktober, DKI tidak lagi mencatatkan kasus harian yang melebihi 1.100 kasus dan tiga hari berturut mencatatkan kasus harian di bawah 1.000 kasus. Rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 4 Oktober 2020 yaitu 1.398 kasus.

Data statistik dari laman covid19.go.id, menyatakan bahwa DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus.

Sejak saat itu, hanya ada beberapa hari penurunan kasus yang tidak lebih dari 1.000 kasus, seperti pada 1 September (901 kasus), 4 September (880 kasus), 5 September (887 kasus), 11 September (964 kasus), 14 September (879 kasus), 19 September (988 kasus), 28 September (898 kasus), 9 Oktober (943 kasus), 17 Oktober (974 kasus), dan 18 Oktober (971 kasus).

AYO BACA : Harian Covid-19 Nasional Turun di Angka 3 Ribuan Kasus! Hari Ini Sembuh 3.919 Kasus (Update 19 Oktober 2020)

Belakangan ini, kasus harian DKI Jakarta cenderung mengalami penurunan. Hal ini diduga akibat dari diberlakukannya PSBB ketat pada 14 September hingga 11 Oktober.

Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

13 Oktober: 1.054 kasus

14 Oktober: 1.038 kasus

15 Oktober: 1.071 kasus

16 Oktober: 1.045 kasus

AYO BACA : Libur Panjang Akhir Bulan, Jokowi Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

17 Oktober: 974 kasus

18 Oktober: 971 kasus

19 Oktober: 926 kasus

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, resmi mengambil langkah untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dengan ketentuan baru. Hal ini sebagai langkah lanjutan dari kebijakan PSBB ketat yang sudah diterapkan sejak 14 September hingga 11 Oktober.

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta menilai adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

Melihat hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki PSBB Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12 - 25 Oktober 2020.

Anies menyampaikan, keputusan ini didasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan Covid-19.

\"Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan,” ujarnya pada keterangan resminya, Minggu (11/10/2020).

“Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap. Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,\" lanjutnya.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Pemerintah Prioritaskan Warga Usia 18-59 Tahun. Bagaimana di Luar Usia Itu? Simak Penjelasannya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar