Harian Covid-19 Nasional: Hari Ini Ada 4 Ribuan Kasus Sembuh dan 3 Ribuan Kasus Positif (Update 20 Oktober 2020)

  Selasa, 20 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia kembali turun di angka 3 ribuan kasus. Hari ini, Selasa (20/10/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 3.602 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 368.842 kasus. Angka itu termasuk 62.455 kasus aktif dengan pengurangan 925 kasus, 293.653 kasus sembuh dengan penambahan 4.410 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 12.734 kasus meninggal dunia dengan penambahan 117 kasus meninggal.

Indonesia pertama kali mencatatkan kasus harian sebanyak 4 ribuan kasus pada 19 September 2020. Untuk kasus tertinggi terjadi pada 8 Oktober yaitu 4.850 kasus.

Untuk wilayah DKI Jakarta, hingga berita ini diturunkan, Kementerian Kesehatan belum menginformasikan kasus per provinsinya.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

AYO BACA : Covid-19 di Kabupaten Bekasi: 8 Kecamatan Diklaim Bersih, 5 Kecamatan Miliki Kasus Masih Tinggi

14 Oktober: 4.127 kasus

15 Oktober: 4.411 kasus

16 Oktober: 4.301 kasus

17 Oktober: 4.301 kasus

18 Oktober: 4.105 kasus

AYO BACA : Ini yang Bikin Bekasi Masih Zona Merah Covid-19 di Jawa Barat

19 Oktober: 3.373 kasus

20 Oktober: 3.601 kasus

Berbagai upaya dari pemerintah pusat hingga tingkat daerah sudah dilaksanakan hingga pemberian sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan. Presiden Joko Widodo menginstruksikan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menyampaikan kepada Kepala Daerah agar menerapkan intervensi berbasis lokal dalam penanganan Covid-19.

Hal ini dikatakan Jokowi saat memberikan arahan rapat terbatas mendengarkan Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Senin (28/9/2020).

“Yang berkaitan dengan intervensi berbasis lokal, ini perlu saya sampaikan lagi kepada Komite bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi, kabupaten, kota,” ujar Jokowi.

Menurutnya, pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown harus dilakukan di tingkat desa, kampung, RT, RW, perkantoran hingga pondok pesantren. Ia meyakini pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown akan lebih efektif jika dilakukan secara berulang untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Artinya pembatasan berskala mikro, baik di tingkat desa, tingkat kampung, tingkat RT, tingkat RW, atau di kantor atau di pondok pesantren, saya kira itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif,” ucap dia.

Pembatasan sosial berskala mikro kata Jokowi dilakukan agar tidak merugikan banyak orang. “Jangan sampai kita generalisir satu kota atau satu kabupaten atau apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang,” tegasnya.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Ini Kriteria Warga Bekasi yang Diprioritaskan Dapat Vaksin Tahap Pertama

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar