Aliran Kali Sunter Terhambat, 2 Pemancingan di Cipinang Melayu Dibongkar

  Kamis, 22 Oktober 2020   Aini Tartinia
Petugas membongkar tempat pemancingan liar di Cipinang Melayu, Jakarta Timur/dok: timur.jakarta.go.id

CIPINANG, AYOJAKARTA.COM – Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, membongkar dua tempat pemancingan yang menghambat aliran air di Kali Sunter. Pemancingan itu berdiri di lahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Lurah Cipinang Melayu, Agus Sulaeman mengatakan, pembongkaran tempat pemancingan liar itu dilakuan untuk mengatasi banjir yang diakibatkan luapan Kali Sunter.

"Menindaklanjuti arahan bapak Wali Kota Jakarta Timur, lahan pemancingan ini akan dikembalikan fungsinya sebagai upaya dalam mengurangi dampak banjir di Kelurahan Cipinang Melayu," ujarnya dilansir timur.jakarta.go.id, Rabu (21/10/2020).

AYO BACA : 3 Lokasi Prioritas Penanganan Banjir di Kecamatan Mampang Prapatan

Total luas pemancingan tersebut mencapai 3 ribu meter persegi dan sudah ada sejak 2014. Salah satu penyebab terjadinya banjir karena pemilik pemancingan liar itu membendung aliran Kali Sunter.

"Lokasinya di RT 04 dan RT 09 wilayah RW 09," ucapnya.

Sebelum melakukan pembongkaran petugas gabungan Kelurahan Cipinang Melayu telah melayangkan surat peringatan kepada pihak pengelola.

AYO BACA : Pemkot Jakarta Selatan Prioritaskan Tiga Titik Lokasi Penanganan Banjir

"Untuk pembongkaran bendungannya menyusul karena harus menggunakan alat berat. Menunggu bantuan alat berat dari Sudin SDA (Sumber Daya Air). Untuk penutupan tadi kondusif," ujar Agus.

Sebelumnya, jajaran Kelurahan Cipinang Melayu bersama Satpol PP juga melakukan kegiatan penataan bangunan yang berdiri di aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta wilayah Jalan Inspeksi Tarum Barat Kalimalang, Senin (19/10/2020) lalu.

Penataan tersebut dilakukan untuk mengembalikan area menjadi fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang bermanfaat bagi warga. Adapun kegiatan ini dilakukan oleh 20 petugas dengan menata bangunan tak berpenghuni di sana.

“Dua bangunan rumah tinggal berlantai dua dan bengkel tambal ban semi permanen yang sudah kosong ini berdiri di atas lahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kita bongkar untuk membuat sumur resapan dalam mengantisipasi genangan saat musim hujan,” kata Agus.

Adapun pembuatan sumur resapan dilakukan agar tidak menimbulkan banjir di Jalan Raya Kalimalang, khususnya area sekitar RS Harum Sisma Medika. Rencananya, akan dibangun sumur resapan sedalam 20 meter di lahan seluas 70 meter persegi tersebut.

"Nantinya dengan adanya sumur resapan diharapkan bisa menampung air lebih banyak dan mengurangi dampak genangan di wilayah Kelurahan Cipinang Melayu," ucapnya. 

AYO BACA : Warga Kelurahan Gedong Pasar Rebo Patungan untuk Disinfektan Mandiri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar