>

LIBUR PANJANG: Bagaimana Prosedur Rapid Test Kereta dan Pesawat? Ini Penjelasan Menhub

  Kamis, 22 Oktober 2020   Aini Tartinia
Menhub Budi Karya (tengah) dalam diskusi virtual

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pekan depan, biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian ke luar kota. Selain kendaraan pribadi, angkutan umum juga menjadi andalan transportasi masyarakat.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya memastikan calon penumpang angkutan umum seperti kereta dan pesawat, tetap harus melampirkan hasil pemeriksaan non-reaktif rapid test atau negatif Covid-19 melalui tes PCR.

Syarat tersebut berdasarkan Surat Edaran Gugus Tugas No.9 Tahun 2020, tentang Perubahan Surat Edaran No.7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru menuju masyarakat produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019.

"Masih sama, melakukan prosedur yang sama. Saya pikir itu juga menambah rasa aman dan satu sama lain jadi confident (percaya diri)," kata Budi dalam diskusi virtual di YouTube BNPB, Rabu (21/10/2020).

AYO BACA : Kawasan Puncak Bogor Diperketat Menjelang Liburan Panjang

Budi menuturkan, syarat rapid test tersebut diakuinya penting untuk bisa menekan laju penyebaran Covid-19. Ia juga mengingatkan, selain syarat pemeriksaan negatif khususnya di pesawat terbang, sebaiknya penumpang tidak melepas masker, menahan makan dan minum, serta tidak berbincang.

"Kalau tidak terpaksa, jangan minum. Ntar saja saat turun. Dapat makan, dipegang, dibawa pulang, oleh-oleh untuk sanak keluarga. Jangan berbincang, karena kadang kita buka masker dan itu membuat suasana kurang kondusif," ucapnya.

Budi yang pernah terinfeksi Covid-19 itu menceritakan pengalamannya ketika menjalani dua penerbangan ke sejumlah daerah, di mana ia melihat semakin tingginya kesadaran penumpang terhadap protokol kesehatan.

"Saya melihat penumpang semakin sadar. Saya apresiasi kepada penumpang tidak berisik, makan terbata, lalu ditutup. Meski di pesawat ada teknologi HEPA yang mana lebih aman dari ruangan biasa, untuk menjaga penularan terjadi, sebaiknya tidak berbincang dan tahan makan dan minum," ujar Budi.

AYO BACA : Tak Ingin Covid-19 Meningkat Lagi, Pemkab Tangerang Larang ASN Mudik ke Luar Daerah saat Libur Panjang

Selain itu, Budi menambahkan, khusus untuk perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, pemerintah akan kembali memberlakukan check point di sejumlah perbatasan wilayah.

"Memang ini SOP yang akan kita terapkan. Dalam koordinasi yang akan kita lakukan dengan Dinas Perhubungan, itu akan kita lakukan," ujarnya.

Dia menyebut, perjalanan dengan kendaraan pribadi lebih homogen karena mayoritas dilakukan oleh keluarga. Ia justru khawatir dengan risiko penularan Covid-19 saat libur panjang dan cuti bersama ini, di tempat wisata dan restoran.

Oleh karena itu, dibutuhkan kedisiplinan pengelola tempat wisata dan restoran terhadap penerapan protokol kesehatan. Adapun untuk perjalanan darat menggunakan transportasi bus, pihaknya akan melakukan pemeriksaan acak.

"Bus kapasitas dari 42 orang, tinggal 20-30 orang, itu pun kita  random check, kita pastikan orang yang bus melakukan protokol kesehatan dengan baik," pungkasnya.

AYO BACA : Libur Panjang pada Oktober Berpotensi Timbulkan Klaster Baru, Begini Penjelasan Anies

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar