Polres Metro Jakbar Tangkap Komplotan Pengedar Narkoba

  Jumat, 23 Oktober 2020   Budi Cahyono
Kapolres Metro Jakarta Barat Kompol Audie S Latuheru. Foto: Republika/Nugroho Habibi

PALMERAH, AYOJAKARTA.COM – Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat  berhasil mengungkap peredaran narkoba yang diduga memanfaatkan momentum demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (22/10/2020).

Hasilnya, tiga pelaku, yakni CR (34 tahun), FH (22 tahun) dan seorang wanita berinisial RR (24 tahun) berhasil diamankan.

"Anggota kami telah berhasil mengungkap peredaran jaringan gelap narkoba," ujar Audie kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, penangkapan komplotan itu merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya di daerah Cawang, Jakarta Timur.

Ronaldo menjelaskan, pihaknya masih mendalami dugaan adanya jaringan lainnya.Kata dia, para komplotan sengaja memanfaatkan aksi demo untuk mengedarkan narkoba. Sebab, pihak kepolisian tengah sibuk melakukan pengamanan aksi demo.

"Kami tengah mendalami adanya dugaan jaringan narkoba lainnya yang memanfaatkan aksi demo besar-besaran menolak RUU Cipta kerja saat ini," ujar Ronaldo.

Dari hasil penangkapan tersebut, pihaknya mengamankan satu koper berisi paket besar narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi. Dia mengatakan, masih terus mengembangkan kasus tersebut.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) menciduk dua orang pelaku yang diduga sebagai bandar narkoba di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Dari penangkapan tersebut, satu koper besar yang diduga berisi sabu dan ekstasi berhasil diamankan.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru membenarkan adanya penangkapan tersebut. Audi menjelaskan, pelaku merupakan seorang pria berinisial ANC (31 tahun) dan perempuan DAA (36 tahun).

"Ya benar anggota kami berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga sebagai pengedar barang haram narkoba," ujar Audie, Senin, (5/10/2020).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar