>

Sembilan Tempat Usaha Langgar PSBB di Jakarta Selatan

  Jumat, 30 Oktober 2020   Fitria Rahmawati
sebagai ilustrasi penutupan lokasi usaha/ dok Satpol PP DKI

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan mengemukakan, sudah ada 9 tempat usaha yang diberikan sanksi lantaran melanggar PSBB transisi di DKI Jakarta. Temuan tersebut berdasarkan operasi sejak 12 hingga 28 Oktober ini.

Ujang mengatakan, delapan di antaranya dijatuhi sanksi penutupan selama 24 jam. Sementara, satu lainnya diberikan denda sanksi administratif senilai Rp20 juta.

"Terdapat delapan tempat usaha makan minum yang kita sanksi penutupan sementara 1 X 24 jam. Sedangkan untuk denda administrasi hanya satu," kata  kepada Republika, Kamis (29/10/2020).

AYO BACA : Siapkan Payung, Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir Sore Ini

Salah satu kafe yang ditutup adalah Cafe Los Madellin yang berlokasi di Jalan AMD Manunggal V, Kelurahan Petukangan Utara. Kafe tersebut kedapatan belum melengkapi fasilitas sesuai protokol kesehatan saat dilakukan inspeksi mendadak pada Rabu (28/10/2020) malam.

Kafe tersebut tetap belum melengkapi fasilitas sesuai protokol kesehatan kendati sudah ditegur secara tertulis sebelumnya. 

"Mereka belum menyediakan thermo gun untuk mengukur suhu tubuh pengunjung dan tak ada pula tanda di kursi yang berfungsi memberi jarak antar pengunjung," kata Ujang.

AYO BACA : Libur Panjang, Dermaga Pulau Lancang Kep. Seribu Didisinfektan

Selain ke Cafe Los Madellin, Satpol PP Jaksel menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke dua kafe lain di Kecamatan Pesanggrahan pada Rabu malam. Dua kafe lainnya, yakni Cafe Kampung Kopi dan sebuah pujasera yang sama-sama berlokasi di Jalan Ciledug Raya, tak dijatuhi sanksi penutupan sementara. Sebab, kedua tempat itu sudah mematuhi aturan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Namun, masih terdapat sejumlah pengunjung yang tak menggunakan masker. "Sebagian kita berikan sanksi masker. Sebagian lain kabur ketika melihat petugas datang," kata dia.

Selain itu, kata dia, mayoritas kafe di Jaksel kini sudah mematuhi protokol kesehatan. "Tidak ditemukan pelanggaran di 414 tempat usaha makan minum," kata dia.

Ujang mengatakan, Satpol PP Jaksel tetap melakukan pengawasan secara ketat kendati saat ini sudah masuk fase pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Justru, kata dia, pengawasan harus semakin ketat karena masyarakat semakin ramai berakitivitas di luar rumah. 

Apalagi sekarang sudah memasuki periode libur panjang akhir Oktober. 

"Di Jakarta Selatan ini, selain mal, tempat wisata juga kita lakukan pengawasan. Misalnya, Setu Babakan dan Taman Margasatwa Ragunan," ucapnya. 

AYO BACA : 2 Kecelakaan Terjadi di Tol Japek saat Libur Panjang, Pengemudi Diimbau Lebih Hati-hati

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar