>

75 KK Di Desa Bugel Tasikmalaya, Terisolasi Akibat Longsor

  Senin, 02 November 2020   Budi Cahyono
Tebing setinggi lebih kurang 100 meter longsor di Kampung Panampikan, Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (1/11/2020. (Ayotasik.com/ dok. Istimewa)

AYO BACA : Pertama di Indonesia, Kabupaten Bandung Gunakan Polymer dan Vetiver untuk Tahan Longsor

AYO BACA : 7 Titik Bencana di Kabupaten Tasik Terjadi Satu Hari

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi lebih kurang 100 meter longsor di Kampung Panampikan, Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu, (1/1/2020).

Longsor juga membuat jembatan darurat sepanjang 25 meter rusak tersapu material longsor. Tidak ada korban jiwa dalam musibah longsor tersebut, tetapi sekitar 75 kepala keluarga (kk) dari 2 RT di Kampung Panampikan terisolasi

Bhabinkamtibmas Desa Bugel Bripka Awan Nopiana mengatakan, sejak Minggu siang hujan deras mengguyur wilayah Ciawi dan sekitarnya. Usai hujan reda, tebing yang sebelumnya juga pernah longsor kembali longsor memutus jalan desa dan jembatan.

"Akses jalan ke Kampung Panampikan kini terputus lantaran jembatan darurat yang terbuat dari bambu terseret material longsor," ujar Awan.

Menurutnya, jembatan darurat tersebut dibangun pada Juni 2020 lalu, setelah jembatan permanen yang baru selesai dibangun ambrol tersapu longsor. Tidak hanya jembatan, saluran irigasi dan saluran pipa air bersih pun terputus tersapu longsor.

"Saat itu Tim SAR, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, TNI dan Polri membangun jembatan darurat agar warga yang terisolir bisa kembali beraktivitas. Kini jembatan kembali terseret longsor, sehingga warga terisolir lagi," ungkapnyaml.

Ia menambahkan, melihat kondisi tanah tebing yang labil dan diperkirakan kembali longsor, besar kemungkinan akses jalan ini tidak akan kembali difungsikan." Kejadian longsor ini merupakan kali ke 4-nya yang menyebabkan jembatan terputus," ujarnya.

Untuk sementara waktu aktivitas warga terpaksa harus melintasi jalan alternatif lain yang tidak bisa dilintasi kendaraan. Jika jalan desa ini difungsikan kembali tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal serupa karena kondisi tanah yang rawan longsor.

"Rencana pembuatan jalan baru sebetulnya sudah dimusyawarahkan di tingkat desa agar aktivitas warga tidak kembali terganggu oleh longsor dan untuk menghindari jatuhnya korban," pungkasnya. (Heru Rukanda)

AYO BACA : 2 Rumah dan Sawah di Tasik Rusak Berat Diterjang Longsor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar