IGD RSUD dr. Soekardjo Tasik Ditutup, 71 Nakes Jalani Isolasi Mandiri

  Selasa, 03 November 2020   Budi Cahyono
IGD RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya ditutup sementara lantaran adanya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19, Senin (2/11/2020. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya ditutup sementara mulai Senin (2/11/2020).

AYO BACA : 25 Nakes Positif Covid-19, UNS Solo Isolasi 80 Mahasiswa PPDS

Penutupan tersebut seiring dengan adanya tenaga kesehatan yang bertugas di IGD terkonfirmasi positif Covid-19, Senin, (2/11/2020).

AYO BACA : Anak Nakes yang Gugur Dapat Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Dudang Erawan Suseno mengatakan, satu ruang rawat inap dan ruang instalasi gawat darurat (IGD) terpaksa ditutup sementara.

Sebelumnya, tenaga kesehatan (nakes) yang dirawat terpapar Covid-19 usai dilakukan tes PCR.

Pihaknya langsung bertindak cepat dengan menutup satu ruang rawat inap dan IGD, karena nakes tersebut bertugas di IGD.

"Jadi di ruang rawat inap ada 2 orang perawat dan satu cleaning servis yang saat ini menjalani isolasi mandiri. Insyaallah akan di-swab Sabtu depan karena berhubungan dengan waktu," ujar Dudang, Senin (2/11/2020).

Dudang menegaskan, nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut bertugas di IGD sehingga pelayanan kedaruratan ditutup sementara.

Setidaknya ada 71 pegawai yang bertugas di bagian IGD, 10 orang dokter, 36 orang perawat, dan sisanya cleaning servis dan satpam.

"Saat ini semua pegawai yang bertugas di IGD telah melakukan isolasi mandiri. Rencananya besok akan dites PCR. Mudah-mudahan hasilnya negatif," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk sementara terkait dengan layanan di IGD yang ditutup, pihaknya telah melayangkan surat edaran ke sejumlah rumah sakit, dinas kesehatan, dan puskesmas yang biasa merujuk ke RSUD dr. Soekardjo.

"Mudah-mudahan semuanya bisa memahami keadaan kami karena hubungannya dengan kompetensi yang memang terbatas dan tidak bisa digantikan dengan teman-teman yang lain. Sementara itu untuk layanan lainnya masih buka seperti biasa berjalan dengan notmal," pungkasnya. (Heru Rukanda)

AYO BACA : Klaster Baru di Kabupaten Kuningan: 42 Nakes Terkonfirmasi Positif Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar