--> -->

Begal Sepeda Kian Marak, Ini Imbauan dari Kapolda Metro Jaya

  Rabu, 04 November 2020   Budi Cahyono
Pesepeda melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: Republika/Putra M. Akbar

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Maraknya begal sepeda di Jakarta menjadi perhatian penting pihak kepolisian.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengimbau agar masyarakat yang gemar bersepeda atau pegowes tetap waspada selama di jalan.

Oleh karena itu, ia meminta agar pegowes tidak memancing para pelaku untuk beraksi. Misalnya, menghindari untuk bersepeda pada malam hari.

"Ini malam hari suasana agak gelap, ini juga akan memancing para pelaku ini, untuk juga melakukan aksi pembegalan tersebut," minta Nana dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2020).

AYO BACA : Begal Sepeda Makin Meresahkan, Polisi Terima 14 Laporan dan Ungkap 7 Kasus

Kemudian, lanjut Nana, untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pembegalan, polisi melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kasus begal sepeda yang marak terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Upaya tersebut, di antaranya preemtif, preventif, dan represif.

Kemudian jajaran Polda Metro Jaya juga telah membentuk tim khusus untuk menangani fenomena pembegalan baru ini.

"Seringnya terjadi begal sepeda, Polda Metro Jaya langsung bereaksi membentuk tim khusus, untuk melakukan upaya preemtif, preventif, dan represif," kata mantan kepala Polda NTB itu.

Lebih lanjut, Nana mengatakan, upaya preemtif dengan melakukan sosialisasi pada masyarakat secara langsung, baik imbauan maupun informasi tentang waktu dan lokasi rawan terjadinya pembegalan.

AYO BACA : Tujuh Pelaku Ditangkap , Polisi Petakan Titik Kerawanan Begal Sepeda

Sedangkan, upaya preventif dengan mengerahkan personel kepolisian, baik anggota Sabhara, Brimob, dan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk melakukan patroli.

Petugas ditempatkan di lokasi dan waktu rawan begal tersebut. "Upaya represifnya kami melakukan pengungkapan kasus-kasus yang dilaporkan terkait begal sepeda itu sebagai bentuk keseriusan kami dalam menangani kasus yang sedang marak terjadi dan sering viral itu," kata Nana.

Selanjutnya, Nana juga berharap masyarakat juga bisa menjadikan pengungkapan kasus itu sebagai pengalaman agar jangan sampai menjadi korban begal sepeda dikemudian hari.

Apalagi sepanjang September-November 2020, sambung dia. sudah ada 12 laporan polisi terkait pembegalan terhadap pegowes, meski baru enam yang sudah diungkap.

"Saya juga mengharapkan kepada masyarakat sebaiknya, saat olahraga tidak perlu membawa-bawa barang-barang berhargalah. Handphone ini memang dianggap memang barang berharga, jadi sebaiknya tidak perlu membawa handphone," kata Nana berpesan.

AYO BACA : Marak Begal Sepeda, Pemprov DKI Jaga Jalur Sepeda dalam Dua Shift

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar