Panen Berakhir, Harga Gabah di Indramayu Diperkirakan Naik

  Rabu, 04 November 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi Lahan Pertanian di daerah Indramayu. (Kementan)

INDRAMAYU, AYOJAKARTA.COM -- Harga gabah diperkirakan naik menyusul berakhirnya masa panen pada musim tanam gadu di Kabupaten Indramayu.

Masa panen gadu di Indramayu diketahui telah dimulai sejak Agustus 2020. Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) setempat, Sutatang menyebutkan, selama itu harga gabah di tingkat petani terbilang bagus.

AYO BACA : Triwulan I, PDB Pertanian Mengalami Kenaikan

"Harganya sebenarnya tidak tinggi, tapi lumayan bagus," ungkapnya.

Gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dihargai sekitar Rp5.100/kg. Untuk gabah kering giling (GKG) sendiri harga yang berlaku sekitar Rp5.500-Rp5.700 per kg.

AYO BACA : 8 Ton Gabah Varietas Ciherang Dipanen di Jaktim

Nilai itu lebih tinggi ketimbang Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sebagaimana Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan HPP untuk Gabah atau Beras, GKP di tingkat petani Rp4.200/kg dan di penggilingan Rp4.250/kg.

"Saya perkirakan, harga gabah di tingkat petani terus naik. Ini sudah biasa terjadi setiap tahun kalau panen sudah selesai sebab stoknya pun berkurang," jelasnya.

Para petani di Indramayu sendiri sudah bersiap melakukan tanam musim rendeng (penghujan) 2020/2021. Sebelum tanam, mereka biasanya melaksanakan tradisi sedekah bumi dan sejenisnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid menyebut, target tanam pada musim tanam rendeng 2020/2021 di Indramayu mencapai 128.000 ha.

"Kami sudah mengimbau petani untuk segera melakukan tanam karena hujan pun sudah sering turun," katanya.(Erika Lia)

AYO BACA : Pandemi COVID-19, Jagung dan Padi di Tuban Siap Panen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar