KARTU PRAKERJA GELOMBANG 12: Ini Respons dari Manajemen Pelaksana

  Senin, 09 November 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi kartu prakerja (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Program subsidi melalui Kartu Prakerja masih menjadi primadona bagi banyak masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan semakin besarnya jumlah pendaftar dari gelombang satu ke gelombang lainnya.

Alasan tersebut yang mendorong Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja untuk membuka gelombang 11 sebagai gelombang tambahan. Selain itu, adanya gelombang 11 yang sudah ditutup pada 4 November lalu, juga memanfaatkan kuota yang tersedia dari hasil pencabutan status kepesertaan di gelombang 1 hingga 10.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengungkap bahwa pada gelombang 11 yang dibuka sejak 2 November pukul 12:00 WIB, sudah ada sebanyak 5,5 juta pendaftar hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

AYO BACA : Siap-siap, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Hanya di Situs Prakerja.go.id!

Lantas, apakah ada gelombang 12? Denni membeberkan sedikit informasi tersebut.

"Teman-teman bisa join batch selanjutnya di tahun depan, jadi join batch I di 2021. Datanya teman-teman sudah tersimpan di database, jadi tidak perlu mengulang, mengisi data-data dari awal," kata Denni dalam konferensinya, Rabu (4/11/2020).

Menurutnya, Kartu Prakerja tahun 2021 akan mencari penerima lain yang belum pernah menerima bantuan serupa. Hal ini guna menerapkan prinsip pemerataan.

AYO BACA : Ada Peringatan Untuk Penerima Kartu Prakerja Gelombang 7. Simak Konsekuensinya!

"Program Kartu Prakerja tahun depan, penerimanya tidak ada yang sama dari penerima tahun ini. Karena prinsip pemerataan kesempatan ini kita laksanakan," ujar dia.

Pernyataan tersebut juga sejalan dengan rencana pemerintah di tahun depan. Pemerintah akan kembali melanjutkan Program Kartu Prakerja pada 2021.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Dia mengatakan kelanjutan program bantuan langsung tunai (BLT) dan Kartu Prakerja pada 2021 merupakan dukungan untuk membangun sumber daya manusia berkualitas dan mempunyai daya saing.

"Pemerintah pada 2021 akan melanjutkan pelaksanaan program perlindungan sosial melalui PKH, Kartu Sembako, dan melanjutkan pemberian bansos tunai,serta melanjutkan pelaksanaan program kartu prakerja," kata Ani, panggilan akrab Sri Mulyani dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (01/9/2020).

Lebih lanjut, kata Ani, berdasarkan pada penanganan Covid-19, pemerintah akan melakukan penguatan pelaksanaan program perlindungan sosial. Hal ini guna mempercepat penurunan kemiskinan akibat pandemi Covid-19, dengan melaksanakan reformasi sistem perlindungan sosial.

"Reformasi sistem perlindungan sosial dilakukan melalui perbaikan data masyarakat miskin dan rentan, integrasi dan digitalisasi penyaluran bantuan sosial, pengembangan sistem perlindungan sosial yang adaptif, serta penyempurnaan mekanisme pendanaan perlindungan sosial," jelasnya.

AYO BACA : PENERIMA KARTU PRAKERJA: Kapan Insentif Rp150 Ribu Bisa Cair? Simak Sistem dan Jadwalnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar