>

Warga Lereng Merapi di Klaten Mulai Jual Ternak

  Senin, 09 November 2020   Budi Cahyono
Erupsi Gunung Merapi/BNPB

KLATEN, AYOJAKARTA.COM -- Warga lereng Gunung Merapi mulai menjual hewan ternak mereka. Hasil penjualan sapi atau hewan ternak digunakan untuk uang saku mereka ketika berada di tempat pengungsian.

Sebagai informasi, ternak terutama sapi menjadi salah satu harta berharga bagi warga lereng Gunung Merapi wilayah Klaten. Satu keluarga memiliki rata-rata 2 hingga 3 ekor sapi.

Salah satu warga Dukuh Sambungrejo, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jumingan (29) mengaku, sebelumnya memiliki 3 ekor sapi.

AYO BACA : Gunung Merapi Erupsi Minggu Pagi, Tinggi Kolom 6.000 Meter dari Puncak

Salah satu sapi miliknya sudah ia jual belum lama ini. Sementara, 2 ekor sapi lainnya sudah ia pindah ke tempat kerabatnya yang tinggal di Kecamatan Karangnongko, Klaten, di luar kawasan rawan ancaman bahaya erupsi Merapi.

Jumingan memilih menjual satu sapi miliknya dan mengungsikan 2 sapi lainnya ke daerah yang lebih aman agar tetap tenang serta mengurangi beban risiko pemeliharaan. Apalagi, kini sebagian anggota keluarganya sudah pindah ke barak pengungsian sementara yakni Balai Desa Balerante. Soal hasil penjualan sapi, Jumingan menuturkan bisa menjadi bekal selama mengungsi.

“Kemarin laku satu seharga Rp12 juta,” kata Jumingan, dikutip dari Suara.com, Senin (9/11/2020). 

AYO BACA : Catat, 4 Level Status Gunung Merapi

Sebelumnya, salah satu warga Dukuh Sambungrejo, Suwanto (66) berencana menjual salah satu sapinya jika sudah ada instruksi untuk mengungsi. Suwanto menjelaskan sudah menghubungi salah satu pedagang yang siap membeli sapi miliknya. Warga kawasan rawan ancaman bahaya Merapi Klaten itu juga menjelaskan uang hasil penjualan sapi itu bakal menjadi bekal selama mengungsi.

“Dingge gembolan riyin. Nek pun aman mangke dingge tumbas maleh (uang hasil penjualan sapi untuk tabungan dulu. Kalau nanti kondisi Merapi sudah aman, uangnya untuk membeli sapi lagi),” kata Suwanto.

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Klaten, Jainu, mengatakan sebagian warga kelompok rentan dari kawasan rawan bencana atau KRB III sudah mulai mengungsi ke barak seiring peningkatan status Merapi ke level siaga.

Namun, warga untuk sementara belum mengevakuasi hewan ternak. Jainu membenarkan sebagian warga memilih menjual ternak mereka seiring peningkatan status kebencanaan Gunung Merapi. Hal itu setidaknya terpantau dari lalu lintas kendaraan pengangkut ternak yang beberapa waktu lalu lalu lalang memasuki dukuh terutama KRB III.

“Untuk ternak yang evakuasi belum ada. Tetapi, kalau ternak yang dijual memang beberapa hari yang lalu saya melihat sudah ada. Mungkin kalau boleh saya bilang ada 10-20 ekor sapi yang sudah terjual. Kalau harga jualnya saya belum konfirmasi langung ke peternak,” jelas Jainu.

AYO BACA : Ini 3 Daerah Paling Rawan di Jateng jika Merapi Erupsi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar