PENCAIRAN BLT GURU HONORER: Rp1,8 Juta Cair November ke Rekening Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN

  Sabtu, 21 November 2020   Aini Tartinia
PENCAIRAN BLT GURU HONORER: Rp1,8 Juta Cair November ke Rekening Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN (ilustrasi)/republika

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Sekitar 2 juta orang guru honorer dan tenaga kependidikan (PTK) non-PNS di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima pencairan dana bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) sejak 17 November lalu.

Penyaluran dana BLT atau BSU guru honorer ini dilakukan satu kali sampai dengan akhir November. Perlu diingat, dana bantuan Rp1,8 juta hanya disalurkan ke bank penyalur yang tergabung dalam Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yang ditunjuk pemerintah, yakni:

Bank Negara Indonesia (BNI);

Bank Rakyat Indonesia (BRI);

Bank Mandiri;

Bank Tabungan Negara (BTN)

Namun, guna memastikan bantuan disalurkan secara transparan dan akuntabel, Kemendikbud membuatkan rekening baru untuk setiap para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) non-PNS para penerima BLT atau BSU guru honorer.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan, jika para PTK penerima BLT atau BSU guru honorer tidak mengaktifkan rekening bantuan sampai 30 Juni 2021, akan ada sebab yang harus ditanggung.

“Bank penyalur menutup rekening bantuan yang tidak aktif, dan akan mengembalikan dana bantuan ke kas negara,” ujar Nadiem dalam siaran per s di YouTube Kemendikbud RI, Selasa (17/11/2020).

Nah, untuk mengetahui nomor rekening baru PTK yang dibuat Kemendikbud untuk pembayaran BLT atau BSU guru honorer begini pembagiannya:

a. Khusus untuk PTK jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), jenjang pendidikan dasar, jenjang pendidikan menengah dapat mengakses info GTK (info.gtk.kemdikbud.go.id).

AYO BACA : PENCAIRAN BLT GURU HONORER: Cara Cek, Syarat & Ketentuan, Waktu Transfer, Rekening Bank, info.gtk.kemdikbud.go.id & pddikti.kemdikbud.go.id

b. Sementara itu, khusus untuk PTK jenjang pendidikan tinggi dapat mengetahui informasi melalui Pangkalan Data Dikti (pddikti.kemdikbud.go.id).

Selanjutnya, PTK menyiapkan dokumen pencairan BSU sesuai informasi yang didapatkan, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika ada, surat keputusan penerima BSU yang dapat diunduh dari Info GTK dan PDDikti, serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang dapat diunduh dari Info GTK dan PDDikti, diberi materai, dan ditandatangani. 

Setelah dokumen tersebut lengkap, PTK dapat mendatangi salah satu dari empat bank penyalur yang disebutkan di atas untuk pencairan. Jangan lupa untuk membawa dokumen yang dipersyaratkan dan menunjukkan ke petugas bank penyalur untuk diperiksa.

Sebelumnya, Nadiem menjabarkan tenaga kependidikan honorer yang bakal mendapatkan pencairan dana BLT atau BSU Rp1,8 juta yakni meliputi guru honorer di tingkat negeri dan swasta sebanyak 1,63 juta orang, dosen perguruan tinggi negeri dan swasta ada 162 ribu orang, dan tenaga kependidikan ada 237 ribu orang.

Secara garis besar, pendidik non PNS itu meliputi seperti dosen, guru, guru yang diberikan tugas sebagai kepala sekolah.

Selanjutnya pendidik PAUD, pendidik kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi di semua sekolah maupun perguruan tinggi baik negeri dan swasta.

Nadiem juga menjelaskan, untuk mendapatkan bantuan subsidi upah tersebut, ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh penerima:

1. Warga negara Indonesia (WNI)

2. Berstatus bukan sebagai seorang PNS

3. Kemudian memiliki penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan

4. Tidak menerima bantuan subsidi upah dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sampai 1 Oktober 2020

5. Tidak menerima Kartu Pra Kerja sampai 1 Oktober 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar