>

Mendikbud Izinkan Sekolah Tatap Muka 2 Januari 2021, Begini Respons Anggota Komisi X DPR RI

  Senin, 23 November 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Para guru di Kota Solo wajib mengikuti rapid test sebelum uji coba sekolah tatap muka. (Ayojakarta/Budi Cahyono)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberi lampu hijau kepada sekolah-sekolah untuk menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) atau sekolah tatap muka mulai awal tahun 2021.

Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Yoyok Sukawi meminta sekolah-sekolah untuk menjalankan instruksi pemerintah pusat.

Artinya, jika KBM tatap muka sudah dizinkan, sekolah-sekolah tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami di Komisi X berpesan kalau memang sekolah mau menggelar tatap muka, protokol kesehatan harus ketat dan disiplin. Tidak ada tawar menawar terkait hal itu,” tegas Yoyok Sukawi, Senin (23/11/2020).

AYO BACA : Sekolah Tatap Muka di Kota Bogor Dimulai 11 Januari 2021

“Sekolah harus menyediakan tempat cuci tangan, kamar mandi yang bersih, dan mungkin stok masker supaya keselamatan murid-murid dan guru menjadi hal yang diutamakan,” sambung Yoyok.

Dia mengemukakan, jika pemerintah sudah memperbolehkan pada awal 2021, maka dari sekarang sekolah yang sekiranya sudah berani harus mempersiapkan semuanya.

“Jadi di awal tahun sudah siap. Dinas Pendidikan di daerah juga harus memberi pengawasan,” imbuhnya.

Selain itu, Yoyok Sukawi menegaskan bahwa restu dari orang tua murid jadi salah satu hal utama untuk KBM tatap muka. Ia ingin semua pihak mengikuti instruksi dari pemerintah bahwa pembelajaran tatap muka sudah disetujui oleh pemerintah daerah, kepala sekolah, dan orang tua murid.

AYO BACA : Akhirnya, Sekolah Boleh Belajar Tatap Muka Mulai 2 Januari

“Jangan ada pemaksaan dalam rencana pembelajaran tatap muka. Kalau memang ada orang tua murid belum setuju, sekolah juga harus tetap mempersiapkan pembelajaran secara virtual. Kapasitas kelas juga jangan melebihi 50 persen,” jelas legislator asal Fraksi Partai Demokrat ini.

Dia menyontohkan KBM tatap muka yang dijalankan di Kota Solo. Sebelum diujicobakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta telah melakukan rangkaian simulasi dan evaluasi terkait kegiatan sekolah di tengah pandemi.

“Di Solo bisa menjadi contoh. Bagaimana alur protokol kesehatan dari siswa dan guru datang di sekolah, memasuki lingkungan, hingga belajar mengajar dengan protokol kesehatan yang sangat-sangat ketat,” tutur Yoyok.

Dia berharap dengan adanya sekolah tatap muka awal Januari 2021 ini tidak menimbulkan klaster baru di dunia pendidikan, sehingga penerapan protokol kesehatan memang wajib dilakukan.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim juga telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal tersebut melalui siaran di YouTube resmi Kemendikbud.

“Pemerintah pada pagi hari ini melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewengan kepada pemerintah daerah, kanwil, atau kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya,” ujar Nadiem Makarim, Jumat (20/11/2020).

Namun, Nadiem juga menegaskan bahwa sekolah tatap muka ini harus sudah disetujui oleh pemerintah daerah, kepala sekolah, hingga orang tua murid. Selain itu, protokol kesehatan yang ketat juga harus disiapkan sekolah-sekolah jika ingin menggelar pembelajaran tatap muka pada awal 2021 mendatang.

AYO BACA : Begini Syarat & Ketentuan Lengkap Belajar Tatap Muka Mulai 2 Januari (3)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar