>

Kasus Penularan Covid-19 di Bandung Melonjak, Pusat Aktifitas Warga Bakal Dievaluasi

  Rabu, 25 November 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi wabah corona/ shutterstock

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Kasus Covid-19 di Kota Bandung hingga saat ini masih terus mengalami peningkatan. Setidaknya selama satu bulan belakangan, rata-rata kenaikan kasus positif dalam satu hari berada di angka puluhan.

Salah satu indikasi meningkatnya kasus yang menjadi perhatian adalah rumah sakit sakit rujukan Covid-19 yang semakin penuh. Hingga saat ini, setidaknya 90,3% tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Kota Bandung sudah terisi.

AYO BACA : Rokok Ilegal Senilai Rp504 Juta Dimusnahkan di Bogor

Untuk mengatasinya, Pemerintah Kota Bandung akan mengevaluasi izin operasional lokasi aktivitas warga yang telah kembali beroperasi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Mulai dari mal, kafe, pusat hiburan malam, dan sebagainya.

"Terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah direlaksasi, akan dilakukan evaluasi. Kami sudah minta Disdagin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) Bandung menerjunkan 12 tim untuk melihat aktivitas relaksasi mal dan toko-toko modern terkait jam operasional," ungkap Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Rabu (25/11/2020).

AYO BACA : Kota Bogor Tambah 46 Kasus Baru Covid-19

Ia mengatakan, apabila terjadi pelanggaran jam operasional ataupun kapasitas pengunjung, maka toko atau mal tersebut akan ditutup operasionalnya. Hal serupa juga berlaku untuk kafe dan restoran.

"Saya tadi minta, kalau mereka tidak sadar saja ya terpaksa tutup. Camat punya kewenangan itu, jangan terus beri ruang dan permisif. Hukum harus jadi panglima, haus ditegakkan secara tegas dan konsisten, ungkapnya.

Saat ini, Pemkot Bandung juga telah menutup akses alun-alun dan sejumlah taman kota untuk publik. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi titik kerumunan warga.

Selain itu, Ema juga mengingatkan warga untuk senantiassa disiplin menerapkan protokol 3M bahkan ketika berada di lingkungan rumah. Pasalnya, penyebaran Covid-19 di klaster keluarga di Kota Bandung saat ini juga menjadi sorotan.

"Perilaku yang ada di keluarga dan lingkungan ini juga penting. Jangankan keluar rumah, di rumah pun kalau perlu bermasker dan jaga jarak. Begitu datang, mandi dulu. Jangan langsung bersentuhan dengan keluarga," ungkapnya. (Ayobandung: Nur Khanza Ratnawati)

AYO BACA : Kegiatan Keagamaan di Jakarta Timbulkan Klaster Penularan Covid-19 hingga 25

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar