>

Kunker ke Papua, Panglima TNI Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

  Minggu, 29 November 2020   Budi Cahyono
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat kunker di Papua, Sabtu (28/11/2020). (dok Puspen TNI)

PAPUA, AYOJAKARTA.COM -- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, didampingi Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto, melaksanakan kunjungan kerja Papua.

Dalam kunker tersebut, Panglima bersilaturahmi dan bertatap muka langsung dengan  Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat Papua, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, di Rimba Papua Hotel Timika, Papua, Sabtu (28/11/2020).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan sambutan tokoh pemuda Papua Yanto Eluay yang menyatakan ungkapan terima kasih kepada Panglima TNI dan Irwasum Polri atas kehadiran, perhatian yang tulus bagi masyarakat Papua.

 

Menyikapi tingginya kasus Covid-19 di Papua, Panglima TNI menyampaikan agar seluruh elemen masyarakat tidak boleh lengah. Protokol kesehatan harus sudah menjadi kebutuhan dan bagian hidup sehari-hari. Diperlukan kerja sama dan masyarakat yang bersatu dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Slogan, ‘Saya melindungi saudara dan saudara melindungi saya’,  harus menjadi kesadaran semua orang. Kita saling melindungi dengan disiplin melaksanakan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak),” jelas Panglima TNI.

Hal itu  berarti persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat dalam melaksanakan 3M sangat penting guna meraih kebebasan dari Pandemi Covid-19.

Terlebih dalam waktu dekat, akan dilaksanakan Pilkada. Tentunya rangkaian penyelenggaraan Pilkada cukup rawan dengan berbagai dinamika, ditambah dengan adanya Pandemi Covid-19.

“Tentunya perlu  kedewasaan dalam berpolitik, berdemokrasi, dan menyampaikan aspirasi, sehingga seluruh tahapan Pilkada dapat berjalan baik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” terang Hadi.

Peran Tokoh Agama dan Masyarakat

Dia menegaskan,  Papua dan Papua Barat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.

Keindahan dan kekayaan alam adalah anugerah dari Tuhan.  Wilayah ini memiliki berbagai potensi dan tantangan yang harus dikelola bersama oleh seluruh elemen masyarakat demi kesejahteraan.

Tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat memegang posisi yang sangat penting, karena memiliki pemahaman yang baik terhadap situasi sosial kemasyarakatan dan kearifan lokal di daerahnya masing-masing.

Tokoh masyarakat adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat luas agar masyarakan Papua sejahtera.

"Kita menyadari, terdapat banyak tantangan yang harus kita selesaikan. Hal tersebut harus kita hadapi bersama-sama, saling bahu-membahu dan berkoordinasi untuk kemajuan Papua, Papua Barat dan Seluruh Indonesia,” ungkap Panglima TNI.

 

Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2020 yang ditetapkan pada tanggal 29 September 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang diketuai oleh Wakil Presiden RI.

 

Hal tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah untuk mengutamakan pendekatan kesejahteraan sebagai langkah utama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Papua dan Papua Barat.

 

Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan, dengan kebersamaan harus meningkatkan kualitas masyarakat Papua dan Papua Barat meliputi kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, lapangan kerja dan kualitas kehidupan, agar masyarakat Papua dan Papua Barat lebih berperan dalam membangun daerahnya.

"Saya yakin Papua dan Papua Barat akan semakin sejahtera dan maju, karena Papua dan Papua Barat memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi daerah yang maju. Dengan syarat kita harus bersatu padu untuk meningkatkan kualitas SDM, memastikan kedamaian dan stabilitas, untuk pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat,” jelas  Panglima TNI.

Turut hadir dalam kegiatan ini segenap Pejabat TNI dan Pejabat Polri, Uskup Agats, Uskup Manokwari, Mewakili Keuskupan Merauke Pastur Amo, Mewakili Keuskupan Timika Pastur Rudolf Kambayong, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Ketua Lemasko.

Selanjutnya, Ketua Lemasa, Kepala Suku Nduga, Kepala Suku Moni, Kepala Suku Mee, Kepala Suku Damal, Kepala Suku Dani, Tokoh Suku Kamoro, Direktur YPMAK, Yanto Eluay (Tokoh Pemuda), Maria Florida (Tokoh Perempuan), Sekda Mimika dan Asisten-2 Bupati Nduga.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar