>

Pulihkan UMKM di Tengah Pandemi, Jakpreneur Bantu Permodalan hingga Pemasaran

  Senin, 30 November 2020   Budi Cahyono
Pulihkan UMKM, Jakpreneur bantu permodalan hingga pemasaran. (dok)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jakarta cukup besar, mencapai 93,46 persen atau setara 1.145.792 pelaku usaha. Namun, mereka belum mendapat porsi yang cukup untuk mengembangkan usahanya. Terlebih, saat ini ada pandemi Covid-19 yang memberikan dampak buruk bagi mereka.

Dari catatan Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta, banyak pelaku UMKM mengalami penurunan omzet hingga 50 persen bahkan ada yang tidak dapat melanjutkan usaha akibat pandemi Covid-19 ini. Untuk itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk membantu membangkitkan lagi UMKM ini.

AYO BACA : Sejam Diluncurkan, Program Jakpreneur Jakarta Utara Abon Jawa Capai Rp3,4 Juta!

"Program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu atau Jakpreneur yang berupaya menciptakan 200 ribu wirausaha baru periode 2018-2022, merupakan janji pak gubernur (Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan) yang tertuang dalam visi misi pak gubernur. Sekarang, peserta Jakpreneur sudah mencapai 192.069 UMKM baru," ujar Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Andri Yansyah, belum lama ini.

Meski demikian, katanya, pelaku UMKM ini membutuhkan pembinaan lebih masif, baik dari sisi permodalan, pelatihan, hingga pemasaran. Untuk itu, pihaknya menggandeng PT Shopee Indonesia untuk memasarkan produk UMKM tersebut melalui e-commerce.

AYO BACA : Terapkan Digitalisasi, Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Sedikitnya, ada 323 peserta Jakpreneur yang mengikuti Bazaar Online Jakpreneur pada 16 - 20 November 2020. Bertemakan "Bangkitkan Semangat UMKM dengan Bazaar Virtual”, Bazaar Online ini merupakan langkah awal untuk penyelenggaraan “Jakpreneur Expo” tahun depan sebagai upaya memasarkan produk peserta Jakpreneur ke masyarakat luas.

Para peserta merupakan binaan Jakpreneur di Provinsi DKI Jakarta yang telah mengikuti pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) di tingkat Kecamatan dengan berbagai macam komoditi seperti Makanan Minuman, Fashion, dan Kerajinan. Dengan adanya Bazaar Online ini, UMKM binaan itu diharapkan dapat memasarkan produk mereka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan protokol COVID-19.

"Selain sebagai wadah bagi peserta Jakpreneur, kami juga berharap melalui kegiatan ini dapat membudayakan penggunaan produk dalam negeri, khususnya di Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tertarik untuk membeli dan membantu menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM," kata Andri.

AYO BACA : Pelaku UMKM Harus Mampu Manfaatkan Era Digital E-Commerce di Masa Pandemi Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar