--> -->

Warga Miskin Baru Banjiri Kota Bekasi Selama Pandemi

  Selasa, 01 Desember 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi:bansos - Petugas memotret identitas penerima bantuan sebagai tanda bukti saat Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), di Kantor Pos, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Rabu (5/8/2020). BST dengan jumlah Rp 300.000 itu diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Foto: Republika/Edi Yusuf

KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Kabid Penanggulangan Masyarakat Miskin Dinas Sosial Kota Bekasi,Yenu Suharyani mengemukakan, selama pandemi terdapat 45.862 keluarga miskin baru. Angka itu tercatat sejak awal tahun hingga Agustus 2020. Mereka sudah tervalidasi dan verifikasi berdasarkan nama dan alamat selama pandemi Covid-19.

AYO BACA : Vaksinasi Diberikan kepada Warga yang Sehat

Jumlah orang miskin baru itu, kata dia, bertambah dari 106.138 KK pada Januari 2019 hingga Juli 2020. 

AYO BACA : Prediksi Shakhtar Donetsk VS Real Madrid 2 Desember 2020, Susunan Pemain Hingga Skor Akhir

"DTKS tahun lalu 2019 awal 2019-Juli 2020, ada 106.138 KK. Kemudian kami validasi dan verifikasi lagi, Agustus 2020, ada 152.002 KK. Mayoritas mereka terdampak Covid-19," jelas Yeni, di Kota Bekasi, Senin (30/11/2020).

Adapun, orang miskin baru yang dimaksud oleh Dinsos Kota Bekasi yakni mereka yang kini datanya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Yeni mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lima regulasi untuk menanggulangi dampak dari bertambahnya warga miskin. Di antaranya bantuan usaha dan bantuan sosial.

”Kami sudah bikin empat perwal untuk tindak lanjut perda sebagai langkah penanggulangan kemiskinan. Di antaranya ada Perwal 75 tahun 2020 tentang Bantuan Penguatan dan Pengelolaan Usaha Ekonomi Produktif. Lalu Perwal 11 tahun 2020 tentang Bansos Usaha ekonomi Produktif kepada kelompok usaha bersama untuk penanganan fakir miskin di kota Bekasi," terangnya.

"Ada juga Perwal 36 tahun 2020 tentang tata cara pelaksanaan program bantuan usaha bagi masyarakat miskin. Itu sudah kami buat, tinggal pelaksanaannya nanti di 2021 dan tahun selanjutnya bisa dilakukan," ujarnya.

AYO BACA : Kecelakaan di Tol Cipali Libatkan Travel Gelap

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar