Satpol PP Cilandak Monitoring Protokol Kesehatan di 10 Tempat Usaha

  Rabu, 02 Desember 2020   Aini Tartinia
Satpol PP Kecamatan Cilandak sedang monitoring penerapan protokol kesehatan di salah satu kafe/dok: beritajakarta.id

CILANDAK, AYOJAKARTA.COM – Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, sekitar 20 personel Satpol PP Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, melakukan monitoring penerapan protokol kesehatan di Jalan Terogong Raya.

Camat Cilandak, Mundari mengatakan, kegiatan pengawasan terhadap tempat usaha dan perkantoran ini yaitu 10 tempat usaha, restoran, rumah makan, kafe, dan perkantoran. Monitoring protokol kesehatan dilakukan guna menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif.

Pengecekan kami lakukan untuk memastikan tempat usaha dan perkantoran di kawasan itu disiplin menerapkan prokes pada masa PSBB transisi,” ujarnya, dilansir beritajakarta.id Selasa (1/12/2020).

AYO BACA : Sampai November 2020, Sudin Bina Marga Jakut Perbaiki 1.968 Titik Tali Air

Dalam kegiatan ini, lanjut Mundari, petugas secara persuasif menyambangi dan mengecek fasilitas dan penerapan aturan protokol kesehatan pada tempat usaha dan perkantoran di wilayah tersebut.  

“Hasilnya, semua yang kami sambangi menerapkan prokes dengan benar sesuai aturan yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta,” kata Mundari.

Kegiatan monitoring penerapan protokol kesehatan yang dilakukan Satpol PP Kecamatan Cilandak terhadap tempat usaha dan perkantoran ini dibantu oleh aparat TNI dan Polisi.

AYO BACA : Selalu Disiplin 3M! Wagub DKI Ingatkan Covid-19 Tak Pilih-pilih Sasaran

Diketahui, pada 14 Oktober 2020 lalu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta mewajibkan tempat usaha restoran maupun kafe untuk melakukan pendataan karyawan maupun pengunjung secara elektronik. Pendataan bisa berbasis aplikasi atau dengan QR Code.

Plt Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, pendataan secara elektronik ini bertujuan untuk memudahkan penelusuran atau tracing jika ada karyawan maupun pengunjung yang terkonfirmasi Covid-19.

"Pendataan ini supaya bisa melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 apakah itu pekerjanya atau pengunjungnya terkonfirmasi, jadi gampang mendeteksinya. Sehingga peningkatan jumlah penyebaran bisa kita tekan," ungkap Andri, Rabu (14/10).

Untuk memastikan pendataan berjalan, Andri mewajibkan pengelola pusat perbelanjaan atau gedung agar membangun sistem pendataan secara elektronik. Pendataan terhadap karyawan atau pengunjung mall, lanjutnya, bisa dilakukan mulai dari tempat parkir di pintu masuk gedung.

“Kafe, restoran, kios, toko yang ada dalam satu kawasan bisa didata pas masuk parkir. Saling bantu, karena kalau tenant tetangganya ada yang kena, yang ditutup bukan satu tenant atau toko itu saja, tapi keseluruhan gedung,” papar Andri.

AYO BACA : Kalian Perlu Tahu! Begini Cara Aktifkan Wi-Fi Gratis TransJakarta di 252 Halte

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar