>

Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021, Begini Pendapat IDAI

  Rabu, 02 Desember 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Sekolah tatap muka (dok)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka akan segera dimulai pada 2 Januari 2021. Hal itu membuat orang tua mengaku khawatir karena hingga kini belum ada vaksin dan angka Covid-19 di Indonesia belum melandai.

Di Surabaya, 36 pelajar SMP terpapar Covid-19 sesaat sebelum uji coba sekolah tatap muka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan bahwa orang tua tetap berhak menentukan apakah akan memberi izin anak lakukan sekolah tatap muka di tengah kondisi Pandemi Covid-19.

Sebab, meski Pemerintah Pusat telah melayangkan surat keputusan bersama dan memutuskan sekolah semester genap 2021 kembali tatap muka per Januari mendatang, Nadiem menjelaskan bahwa pembukaan sekolah harus disesuaikan dengan situasi kasus Covid-19 pada masing-masing daerah.

Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berpandangan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) lebih aman bagi anak.

Meski begitu, Ketua IDAI DR. Dr. Aman B Pulungan Sp. A (K) mengakui sejak pandemi banyak laporan meningkatnya tingkat stres pada anak dan keluarga, perlakuan salah, pernikahan dini, hingga ancaman putus sekolah.

Bagi orang tua yang masih bingung menentukan pilihan, Aman menyarankan agar lebih dulu mempertimbangkan persetujuan kegiatan pembelajaran tatap muka dalam masa pandemi.

"Sebaiknya tetap mendukung kegiatan belajar dari rumah, baik sebagian maupun sepenuhnya. Pertimbangkan, apakah partisipasi anak dalam kegiatan tatap muka lebih bermanfaat atau justru meningkatkan risiko penularan," kata Aman paa keterangan tertulis yang diterima suara.com, Selasa (1/12/2020).

Orang tua juga harus memperhatikan kemampuan anak dalam melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Menurut Aman, jika anak masih sangat memerlukan pendampingan orang tua sebaiknya sekolah tetap dilakukan dari rumah.

Terutama bagi anak jika memiliki kondisi komorbid yang dapat meningkatkan resiko sakit parah apabila tertular Covid-19, Aman mengingatkan, ada baiknya anak tetap belajar dari rumah.

"Periksa apakah sekolah sudah memenuhi standar protokol kesehatan yang berlaku. Apabila akan menyetujui partisipasi anak dalam kegiatan belajar tatap muka persiapkan pula kebutuhan penunjangnya seperti rencana transportasi, bekal makanan dan air minum, masker, pembersih wajah, serta persiapan tindak lanjut apabila mendapat kabar dari sekolah bahwa anak sakit," paparnya.

Orang tua disarankan juga untuk mengajarkan anak mengenali tanda dan gejala awal sakit. Serta melapor kepada guru apabila diri sendiri atau teman ada tanda dan gejala sakit.

"Ajarkan anak untuk berganti baju mandi dan membersihkan perlengkapannya setiap pulang dari sekolah, sebagaimana orang dewasa yang beraktivitas di luar rumah," tambahnya.

Apabila dalam kasus tertentu manfaat pembelajaran tatap muka lebih besar manfaatnya daripada anak tetap tinggal di rumah, misalnya dalam kasus anak terancam perlakuan salah, maka Aman mengatakan sebaiknya dipertimbangkan untuk anak kembali ke sekolah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar