>

Pejabat Kementerian Pertahanan Dibunuh Keji, Begini Respon Dubes Iran di Jakarta

  Kamis, 03 Desember 2020   Icheiko Ramadhanty
Angkatan bersenjata Iran membawa peti jenazah ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh saat upacara pemakaman dirinya di Teheran, Iran, Senin (30/11/2020). Foto: REUTERS

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Ilmuwan terkemuka Iran dan Kepala Organisasi Penelitian dan Inovasi Kementerian Pertahanan Iran, Mohsen Fakhrizadeh, dibunuh secara keji. Kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada Jumat (27/11/2020) lalu.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengutuk keras pembunuhan brutal dan tidak manusiawi itu. Pihak kedutaan besar menyerukan kepada komunitas internasional, negara-negara pecinta dan pembela hak asasi manusia, serta media independen untuk mengutuk tindakan kriminal dan teroris ini.

AYO BACA : Gubernur DKI dan Wakilnya Positif Covid-19, 279 Orang Dilacak

Mereka juga menyerukan dunia untuk mengambil tindakan yang diperlukan terhadap para pelaku, para pendukung, dan  aktor intelektual di balik serangan teroris tersebut. Duta Besar Iran Untuk Indonesia, Mohammad Azad, menegaskan beberapa poin penting terkait pembunuhan terorisme terhadap pejabat Iran itu.

"Pembunuhan ini dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain, menghambat pendekatan diplomatik dan dialog untuk menyelesaikan perbedaan di tingkat regional dan internasional. Merampas hak sah dan wajar Republik Islam Iran atas penggunaan teknologi nuklir damai sebagaimana ditetapkan dalam peraturan internasional, serta menciptakan krisis skala besar untuk semakin membuat kawasan Timur Tengah tidak stabil dan mempersulit penerapan perjanjian nuklir Iran (Joint Comprehensive Plan of Action - JCPOA)," jelas Dubes Azad dalam pernyataan resmi yang diterima Ayojakarta, Kamis (3/12/2020).

AYO BACA : Pulih dari Covid-19, Bupati Bogor Kembali Masuk Kerja

Mohsen Fakhrizadeh memiliki peran yang besar dalam berbagai proyek IPTEK Iran dengan tujuan damai. Contohnya yang terbaru adalah pengembangan kit uji dan vaksin Covid-19 pertama di Iran, yang merupakan kontribusi besar bagi upaya nasional Iran dalam mengekang pandemi Covid-19.

Iran harus berjibaku untuk memberantas pandemi di negaranya di tengah tekanan sepihak dan sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Sanksi tersebut menyebabkan penutupan akses Iran terhadap barang-barang seperti obat-obatan dan peralatan medis.

Dubes Azad mengaku bahwa selama beberapa tahun terakhir, beberapa ilmuwan Iran dan pahlawan nasional Iran telah menjadi sasaran dan dibunuh dalam berbagai serangan teroris. Dia mengatakan berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan, ada pihak asing yang berada di balik pembunuhan-pembunuhan tersebut.

"Pada akhir kata, Republik Islam Iran memperingatkan terhadap tindakan petualangan apapun dan menekankan pada hak sah dan wajarnya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat, serta mengamankan kepentingannya dan akan merespon pembunuhan ini pada waktu yang tepat," pungkasnya.

AYO BACA : 4 Pelaku Tawuran Bersenjata Air Keras Ditangkap Polisi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar