Prediksi Debit Air Meningkat Akhir 2020, SDA DKI Lakukan 4 Upaya Antisipasi Banjir

  Kamis, 03 Desember 2020   Aini Tartinia
sebagai ilustrasi antisipasi banjir di Jakarta/ dok

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air menyatakan siap mengantisipasi datangnya musim penghujan. Pemprov DKI Jakarta memprediksi akan terjadi peningkatan debit air pada akhir 2020 ini.

Hal itu diunggah dalam laman Instagram milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dengan akun @dinas_sda yang dikutip Rabu 2 Desember 2020. Terdapat tiga penyebab banjir di ibu kota yang harus diantisipasi.

Di antaranya, akibat hujan lokal, banjir kiriman dari hulu, dan air laut mengalami pasang atau banjir rob. Adapun antisipasi yang telah dilakukan, yaitu melakukan program gerebek lumpur secara masif di saluran, sungai, dan embung/situ/waduk di DKI Jakarta.

Kemudian, membuat sodetan-sodetan dan mempersiapkan seluruh pompa diperbaiki dan dievaluasi. Mempersiapkan petugas serta membuat program early warning system. Terkait membangun sumur resapan.

"Upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan pengurangan genangan dan banjir diseluruh wilayah DKI Jakarta," keterangan di laman Instagram @dinas sda.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, memastikan pihaknya tak kendur soal pengendalian banjir. Masalah banjir menjadi sorotan lantaran Jakarta terdampak anomali iklim La Nina yang menyebabkan curah hujan tinggi.

"Prinsipnya semua upaya kita lakukan," kata Ariza, sapaan Riza, saat meninjau kerja bakti Gerebek Lumpur dan penyemprotan disinfektan di Kampung Irian RW 06, Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari beritajakarta.id, Senin (16/11/2020).

Menurut dia, Gerebek Lumpur menjadi program utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menambah volume tampungan air, baik di kali, sungai, embung, maupun waduk. Pelaksanaan program ini selalu dipantau Ariza dan Gubernur Anies Baswedan tiap akhir pekan.

Selain itu, kata Ariza, Pemprov mengoptimalkan pompa air untuk pengendalian banjir. Fasilitas ini dipastikan bisa berjalan dengan baik, tidak hanya di musim hujan, tetapi saat cuaca cerah. Ada juga pembuatan sodetan dan sistem polder.
 
"Kita juga mendorong agar ada biopori di lingkungan rumah," ujar politikus Partai Gerindra itu.
 
Masyarakat diharap turut mempersiapkan diri dengan menjaga kebersihan. Sampah harus dibuang pada tempatnya. Warga juga didorong membersihkan selokan, got, di lingkungan rumah masing-masing.
 
"Kita minta dukungan dari semua pihak," ungkap Ariza.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar