PILKADA DEPOK 2020: Perbandingan Program Pradi-Afifah, Idris-Imam untuk Bangun dan Sejahterakan Depok

  Jumat, 04 Desember 2020   Aini Tartinia
Suasana debat kedua Pilkada Kota Depok. (dok)

DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Pilkada Kota Depok semakin mendekati hari pencoblosan, yakni 9 Desember 2020. Pasangan nomor urut 1 Pradi Supriatna dan Afifah Alia, serta pasangan nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono memiliki program unggulan untuk membangun kota sekaligus menyejahterakan warga Depok.

Dalam debat putaran kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Senin (30/11/2020), Imam yang hanya tampil sendiri dalam debat bertajuk “Kesehatan, Kesejahteraan, dan Kesenjangan di Kota Depok Dalam Era Kebiasaan Baru” terlihat tak didampingi Idris.

Dia mengungkapkan dua program unggulan untuk melaksanakan pembangunan dan pelayanan, salah satunya bakal meluncurkan Kartu Depok Sejahtera. Terdapat 7 layanan dan manfaat kartu tersebut, yakni:

- Pelayanan kesehatan gratis

- Bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi

- Jaminan ketersediaan pangan

- Bantuan renovasi bagi rumah tidak layak huni

- Santunan kematian

- Bantuan lanjut usia dan disabilitas berdaya

- Pelatihan keterampilan, bantuan usaha, dan penyaluran kerja

Selanjutnya, program unggulan kedua adalah jurus sukses Idris-Imam untuk meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

“Persamaan reaksi mari kita bangun Depok bersama menuju Depok yang maju berbudaya dan sejahtera,” ujar Imam dalam tayangan video debat putaran kedua Pilkada Depok 2020, Senin (30/11/2020).

Di kesempatan yang sama, Pradi mengungkapkan bakal konsisten memberikan bantuan permodalan minimal Rp5 juta untuk warga Depok sebagai modal usaha setelah pelatihan-pelatihan.

Hal ini menjawab tantangan pertanyaan Imam yang menanyakan strategi Pradi-Afifah dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC) Indonesia pada 1 Januari 2019 yang ditargetkan minimal 96%, tapi di Depok baru mencapai 84%.

“Kami juga mempermudah proses perizinan UMKM. Termasuk kami kedepan bahwa akan membuat slogan dan realisasikan beli dan bela Depok,” ujar Pradi.

Menanggapi jawaban tersebut, Imam pun merasa tidak puas.Padahal, Pradi dan pasangannya Afifah, punya program unggulan berupa berobat gratis di puskesmas dan RSUD Kota Depok, menggunakan KTP Depok, akan tetapi malah menjelaskan terkait program UMKM.

“Terimakasih Pak Pradi, jawaban tidak sesuai dengan apa yang saya tanyakan. Padahal Pak Pradi sudah menjabat selama lima tahun,” tanggapnya.

Selain Pradi, Afifah pun ikut membantu pertanyaan tersebut, dan ini kata Afifah. “Pak Imam ini senangnya dengan singkatan-singkatan. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang bisa bekerja. Saat membuat program dipastikan programnya bisa berjalan. Saat ini mengenai kesehatan di Kota Depok sangat memprihatinkan, karena banyak masyarakat Kota Depok yang belum mendapatkan akses kesehatan,” pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar