PILKADA DEPOK 2020: Selalu Pakai Batik, Pradi Gencar Program Bela dan Beli Produk UMKM Lokal Depok

  Jumat, 04 Desember 2020   Aini Tartinia
Pasangan calon Wali Kota Depok nomor urut 01, Pradi-Afifah dalam debat putaran kedua Pilkada Depok 2020/dok: ist

DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Memiliki peran signifikan dalam roda perekonomian nasional, pengembangan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Depok agar mampu bersaing di pasar, menjadi tekad kuat pasangan calon nomor urut 01 Pradi Supriatna dan Afifah Alia.

Dalam debat putaran kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok pada Senin, 30 November 2020 lalu menyebutkan, Pradi menyebutkan program Bela dan Beli produk lokal sebagai salah satu upaya membangkitkan UMKM warga di kota yang memiliki ikon buah belimbing itu.

Pradi pun menunjukkan baju yang dikenakannya dari debat pertama hingga kedua selalu memakai khas batik produk lokal Depok. Selain Itu, ia ingin agar batik khas Depok yang ia selalu kenakan dapat dikenal secara nasional dan internasional.

“Mohon maaf Pak Imam, saya orangnya tidak suka berteori. Makanya ini saya pakai produk lokal dari UMKM Depok. Supaya apa? Agar kita bisa membantu UMKM Depok. Mari kita dorong UMKM kita agar bisa maju. Kita beli produk lokal,” ujar Pradi, Senin (30/11/2020).

Dalam debat publik bertajuk "Kesehatan, Kesejahteraan dan Kesenjangan Di Kota Depok Dalam Era Kebiasaan Baru", Afifah tak kalah dengan Pradi, dirinya juga tampil menyerang Imam yang hanya tampil seorang diri sebagai calon Wali Kota Depok. Dikarenakan, Mohammad Idris harus menginap di RSUD Depok akibat terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ke depan Idris-Imam akan mencetak 5.000 pengusaha baru atau startup dan 1.000 perempuan pengusaha," ujar Imam.

Namun, Afifah membantah ketika diberi kesempatan berbicara. "Apakah pak Imam tahu, seribu kios yang dijanjikan tidak terealisasi dan kosong saat ini? Lebih dari 200 booth tidak terpakai saat ini," ungkap Afifah.

"Jadi, pertanyaan saya kepada pak Imam, jangan hanya bicara tapi lihat kenyataan di lapangan," sambungnya.

Lebih lanjut, Afifah mengatakan bakal fokus pada pengembangan pasar modern yang ramah untuk warga Depok. Hal ini, tentunya tanpa mematikan pasar tradisional.

"Solusinya, kami akan batasi pasar modern di wilayah tertentu seperti di pinggir jalan utama. Kami juga akan merevitalisasi pasar tradisional sehingga bersih, nyaman, aman dan murah untuk pelaku usaha," tandas Afifah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar