Kota Depok Intoleran? Ini Kata Petahana!

  Sabtu, 05 Desember 2020   Fitria Rahmawati
Paslon 2 Pilkada Depok 2020 Idris-Imam dan para pengusungnya. Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah

KOTA DEPOK, AYOJAKARTA.COM -  Debat terbuka Pilkada Kota Depok memunculkan satu pertanyaan yang membuat petahana bereaksi membantah. Ya, panelis memunculkan pertanyaan mengenai Kota Depok menjadi wilayah intoleransi dalam debat yang dihelat Jumat (4/12/2020) malam.

Menjawab pertanyaan itu, calon Wali Kota Depok dari pihak petahana, Mohammad Idris, membantahnya.

"Tidak benar, kami minta data yang kongkret. Karena Indeks sosial saya akui. Pada tahun 2019 cukup baik, kerukunan agama jangan sampai indeks ini diabaikan," jawab Idris.

Kata Idris, selama lima tahun, dirinya dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna sudah membuat alun -alun. Alun-alun itu menjadi tempat kumpul berbagai agama, komunitas, dan anak-anak muda.

"Kami tidak pernah berwacana, kami sudah melakukan 10 janji kampanye bersama Pradi (selama lima tahun). Tolong diakui dan dihargai," tutur Idris.

Menurut Idris, pemerintahan Kota Depok di bawah kepemimpinannya, telah melakukan beberapa kegiatan untuk mewujudkan toleransi dan kebhinekaan di Kota Depok.

Pemkot Depok juga telah melakukan pembinaan Forum Pembauran Bangsa, pembinaan Forum Kerukunan Umat Bangsa (FKUB), pemberian hibah jambore kebangsaan pemuda lintas agama, dan meningkatkan status kelembagaan organisasi.

"Ke depan sudah kita ajukan Raperda tentang Penyelenggaraan Kota Religius. Perda ini dihadirkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama warga Kota Depok dengan tetap menghormati dan menjunjung tinggi perbedaan," pungkas Idris.

Debat terbuka Pilkada Depok 2020 ini diikuti pasangan nomor urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia, dan paslon nomor urut 2, Mohammad Idris – Imam Budi Hartono.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar