>

PSBB Transisi DKI Diperpanjang: Begini Kondisi Kasus Covid-19 Selama 4 Pekan Terakhir

  Senin, 07 Desember 2020   Eries Adlin
PSBB Transisi DKI Diperpanjang: Begini Kondisi Kasus Covid-19 Selama 4 Pekan Terakhir/ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemprov DKI Jakarta memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi selama 14 hari mendatang, dari 7 Desember sampai 21 Desember 2020.

Salah satu pertimbangan perpanjangan ketentuan PSBB Transisi adalah persentase pertambahan total kasus terkonfirmasi positif yang mulai menunjukkan tren kenaikan selama empat pekan terakhir.

Pada 5 Desember 2020, kasus konfirmasi positif di Jakarta mencapai 142.630 atau meningkat 13,4% dibandingkan dua pekan sebelumnya dari 125.822 kasus pada 21 November.

Pemprov DKI Jakarta mencatat bahwa kenaikan persentase kasus terkonfirmasi positif mulai terjadi sejak pertengahan bulan November. Data sebelumnya tercatat mengalami penurunan setiap dua pekan, yaitu:

- 70.184 (26/9) menjadi 85.617 (10/10) atau meningkat 18,03%

- 85.617 (10/10) menjadi 100.220 (24/10) atau meningkat 14,57%

- 100.220 (24/10) menjadi 111.201 (7/11) atau meningkat 9,87%

- 111.201 (7/11) menjadi 125.822 (21/11) atau meningkat 11,62%.

Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 di Ibu Kota, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mencatata kasus terkonfirmasi positif di DKI Jakarta mulai meningkat setelah cuti bersama dan libur panjang akhir pekan pada akhir Oktober lalu.

Selama 23 November—29 November 2020, terdapat 410 klaster keluarga dengan total 4.052 kasus positif.  Temuan kasus positif tersebut merupakan 47,1% dari seluruh total kasus positif yang kami temukan pada periode yang sama.

Sejak 4 Juni hingga 29 November 2020, menurut Gubernur Anies, Satgas Covid-19 DKI mendata sebanyak 5.662 klaster keluarga dengan 53.163 kasus terkonfirmasi positif.

“Secara umum, kita semua melihat adanya tren kenaikan kasus aktif dan temuan kasus baru di Jakarta khususnya dari klaster keluarga. Karena itu, kami meminta masyarakat semakin waspada dan disiplin dengan protokol kesehatan,” ungkap Gubernur Anies dalam siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi DKI Jakarta, Minggu 7 Desember 2020.

Perpanjangan PSBB Transisi di DKI Jakarta sampai 21 Desember 2020, menurut Anies, merupakan antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19. PSBB Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari diatur berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1193 Tahun 2020.

Beleid tersebut juga menegaskan apabila terjadi peningkatan kasus baru secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, maka perpanjangan PSBB Transisi dapat dihentikan melalui kebijakan rem darurat (emergency brake policy).

“Berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Masa Transisi dua pekan terakhir, kondisi wabah Covid-19 DKI Jakarta masih terkendali.”

Gubernur Anies juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama 9 bulan terakhir senantiasa disiplin dalam menegakkan protokol Kesehatan.

“Ke depan, kami berharap kedisiplinan itu bukan hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk saling menasehati, saling mengingatkan untuk melindungi sesama kita.”

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar