PILKADA DEPOK 2020: Ketua KPU Depok Ajak Warga ke TPS, Begini Aturan Pencoblosan di Tengah Pandemi

  Senin, 07 Desember 2020   Aini Tartinia
ilustrasi Pilkada 2020/ dok via Suara.com

DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Ada yang berbeda pada Pilkada 2020 Kota Depok yang bakal digelar dua hari lagi, yakni 9 Desember 2020. Sederet aturan khusus diberlakukan demi menjamin pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna mengimbau warga Depok untuk tidak khawatir terhadap penyebaran Covid-19 di tempat pencoblosan. Pasalnya, di setiap tempat pemungutan suara (TPS) disiapkan thermogun untuk mengecek suhu tubuh sebagai syarat memasuki lokasi.

“Jadi, jangan takut. Silakan datang ke TPS pada waktu pemungutan suara. Protokol kesehatan ketat di setiap TPS akan ditetapkan sesuai aturan,” ujar Nana ketika dihubungi Ayojakarta, Senin (7/12/2020).

Berikut sejumlah aturan yang akan diterapkan saat warga mencoblos di TPS pada Pilkada 2020:

1. Jumlah pemilih per-TPS dikurangi, dari maksimal 800 orang menjadi maksimal 500 orang.

“Satu TPS maksimal 500 pemilih, tapi rata-ratanya di Kota Depok itu sekitar 350 hingga 450 pemilih. Total TPS 4.015, kami tambahin 689 pemilih," ungkap Nana.

2. Kehadiran pemilih ke TPS diatur jamnya, setiap jam untuk sekian pemilih. Jadi, kehadiran pemilih diatur rata per jam, sehingga tidak menumpuk di pagi hari seperti sebelum-sebelumnya.

“Pada saat mereka membuat TPS sudah diatur jaraknya minimal 1 meter, lalu pada saat menyebarkan cek pemberitahuan, nah itu sudah ada dijadwalkan jam kedatangan," ujarnya.

AYO BACA : Tinggal 2 Hari Pencoblosan, Ini 4 Wilayah Penyelenggara Pilkada dengan Risiko Tinggi Penularan Covid-19

3. Ketika pemilih antre di luar maupun saat duduk di dalam TPS diatur jaraknya, minimal 1 meter sehingga tidak terjadi kerumunan.

4. Dilarang bersalaman, terutama antara petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan pemilih. Termasuk sesama pemilih.

5. Disediakan perlengkapan cuci tangan portable atau wastafel dengan air mengalir dan sabun di TPS, bagi pemilih sebelum dan sesudah mencoblos.

6. Petugas KPPS mengenakan masker selama bertugas, disiapkan masker pengganti sebanyak tiga buah selama bertugas. Pemilih diharapkan membawa masker sendiri dari rumah. Di area TPS hanya disediakan cadangan dalam jumlah terbatas.

7. Petugas KPPS mengenakan sarung tangan selama bertugas. Setiap pemilih disediakan sarung tangan plastik (sekali pakai) di TPS.

“Setelah cuci tangan dan dikeringkan, pemilih diberikan sarung tangan sekali pakai sebelum menuju bilik suara. Setelah mencoblos, sarung tangan tersebut dibuang ke tempat sampah yang sudah kami sediakan,” katanya.

8. Petugas KPPS mengenakan pelindung wajah (face shield) selama bertugas.

9. Saksi dan pengawas TPS yang hadir di TPS mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, dan sarung tangan sekali pakai.

AYO BACA : Cawagub Sumatera Barat Nomor 1 Jadi Tersangka, Demokrat Klaim Tak Batalkan Pencalonan

10. Setiap pemilih diharapkan membawa alat tulis sendiri dari rumah untuk menuliskan atau memberikan tanda tangan dalam daftar hadir. Dengan cara ini, satu alat tulis tidak dipakai bergantian oleh ratusan orang.

11. Di setiap TPS disediakan tisu kering untuk pemilih yang selesai mencuci tangan sebelum maupun sesudah mencoblos di TPS.

12. Petugas KPPS yang bertugas di TPS harus menjalani rapid test sebelum bertugas, sehingga diyakini sehat/tidak membahayakan pemilih selama bertugas.

13. Setiap pemilih yang akan masuk ke TPS dicek suhu tubuhnya. Jika suhunya di bawah standar, dibolehkan untuk mencoblos di dalam TPS.

14. Lingkungan TPS didesinfeksi sebelum maupun sesudah proses pemungutan dan penghitungan suara. Desinfeksi akan dilakukan secara berkala setiap pergantian mekanisme pemilih yang datang.

15. Setiap pemilih yang selesai mencoblos tidak lagi mencelupkan jari ke dalam botol tinta, tetapi tintanya akan diteteskan oleh petugas.

16. Jika ada pemilih bersuhu tubuh di atas standar (lebih dari 37,3 celsius), maka dipersilakan untuk mencoblos di bilik suara khusus, yang berbeda dengan bilik suara di dalam TPS, namun masih di lingkungan TPS tersebut.

Diketahui, warga Kota Depok mempunyai dua pasangan calon pemimpin yang bakal bertarung di Pilkada 2020. Pasangan calon Wali Kota nomor urut 1 ada Pradi Supriatna dan Afifah Alia. Pasangan ini diusung oleh Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PSI, dan PAN.

Selain itu, pasangan calon Wali Kota nomor urut 2 ada petahana Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono yang diusung oleh PKS, Demokrat, dan PPP. Selain itu, mereka juga didukung oleh satu partai non-parlemen, yaitu Partai Berkarya.

AYO BACA : Pilkada Tangsel 2020: Muhamad-Rahayu Saraswati Ajak Warga Ngopi Bareng untuk Libatkan Partisipasi Publik

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar