PILKADA DEPOK 2020: Survei DEEP Catat 60 Persen Pradi-Afifah Patuh Protokol Covid-19, Idris-Imam Hanya 31 Persen

  Senin, 07 Desember 2020   Aini Tartinia
Sebaran wilayah responden survei DEEP mengenai paslon Wali Kota Depok untuk Pilkada 2020/dok: Lembaga Survei DEEP

DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Jelang pencoblosan 9 Desember mendatang, Lembaga Survei Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) melakukan survei kepatuhan protokol Covid-19 untuk Pilkada 2020 Kota Depok.

Hasil surveI DEEP menempatkan pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dan Afifah Alia, memperoleh suara 60%.

Sementara itu, pasangan Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono mendapatkan persentase kepatuhan protokol Covid-19 sebesar 31% dan 9% responden menyatakan tidak tahu menjawab hal tersebut.

“Survei menggunakan metode random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden dengan margin of error 3,5%, wawancara dilakukan tatap muka pada 29 November 2020 hingga 2 Desember 2020,” ujar Direktur Eksekutif DEEP, Neni Nur Hayati kepada Ayojakarta, Sabtu (5/12/2020).

Neni menuturkan, hasil keterpilihan ini bisa berdasarkan banyak faktor. Melihat dari hasil survei metodologi kampanye Pradi-Afifah, model pertemuan terbatas sebanyak 25%. Lalu, model kampanye blusukan sebanyak 32%, sedangkan model kampanye online sebanyak 21%.

Sementara itu, pasangan Idris-Imam melakukan model kampanye terbatas sebanyak 24%, model kampanye blusukan sebanyak 17%, dan model kampanye online sebanyak 23%.

"Untuk kampanye pertemuan terbatas pasangan Pradi-Afifah unggul 2%, blusukan unggul 32%, online 6% dari pasangan Idris-Imam," ujarnya.

Kemudian, berdasarkan pelanggaran protokol Covid-19 dalam masa kampanye Pilkada 2020, pasangan Pradi-Afifah tercatat melakukan pelanggaran kampanye sebanyak 21%, sedangkan pasangan Idris-Imam kedapatan melanggar sebanyak 40%.

Dalam survei yang dilakukan DEEP, paling banyak responden adalah milenial dengan usia 17 tahun hingga 27 tahun sebanyak 40%. Survei dilakukan menurut kelurahan yang dipilih secara acak dan proporsional, 10 Laki-laki dan 10 perempuan berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU Depok.

"Keterpilihan paslon Pradi-Afifah lebih unggul dibanding paslon Idris-Imam. Akan tetapi kampanye terus digencarkan oleh masing-masing paslon dan timses untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas yang nantinya bisa dikonversi menjadi suara pemilih," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar