PILKADA DEPOK 2020: 4.049 Kotak Suara Sudah Didistribusikan ke Setiap Kecamatan

  Selasa, 08 Desember 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi

DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna mengatakan, kebutuhan logistik untuk pelaksanaan Pilkada 2020 Depok telah rampung. Saat ini logistik sedang proses pendistribusian ke setiap kecamatan masing-masing di Kota Depok.

Nana mengatakan, KPU Depok mendapat kotak suara sebanyak 4.049 unit. Di dalamnya terdapat 1.262.051 lembar surat suara. Ia menegaskan, surat suara yang rusak juga sudah diganti.

“Total surat suara ada 1.262.051 lembar. Kami sudah mengganti yang rusak ada 137 lembar,” ujarnya saat dihubungi Ayojakarta, Senin (7/12/2020) kemarin.

Tak hanya itu, sebagai standar pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19, KPU Depok pun melengkapi TPS dengan thermogun. Jadi, setiap warga yang datang akan diperiksa terlebih dahulu suhu tubuhnya.

Jika sesuai dengan ketentuan, maka warga diperbolehkan masuk area TPS untuk melakukan pencoblosan. “Iya, disediakan thermogun, baju hazmat juga sudah kami siapkan,” kata Nana.

Dia menjelaskan, penggunaan baju hazmat hanya kondisional. Dua orang anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) bakal mengenakan baju hazmat untuk menghadapi kejadian mencolok, misal jika sewaktu-waktu ada warga yang pingsan di lokasi TPS.

Selain itu, untuk petugas akan dilengkapi dengan masker, face shield, dan sarung tangan. Satu TPS hanya untuk 350 hingga 500 pemilih. “Satu TPS maksimal 500 pemilih, tapi rata-ratanya di Kota Depok itu sekitar 350 hingga 450 pemilih. Total TPS 4.015, kami tambahin 689 pemilih," pungkasnya.

AYO BACA : Pilkada Serentak 2020: Ini Kota Paling Rawan Penyebaran Covid-19

Berikut sejumlah aturan yang akan diterapkan saat warga mencoblos di TPS pada Pilkada 2020 Kota Depok:

1. Jumlah pemilih per-TPS dikurangi, dari maksimal 800 orang menjadi maksimal 500 orang.

2. Kehadiran pemilih ke TPS diatur jamnya, setiap jam untuk sekian pemilih. Jadi, kehadiran pemilih diatur rata per jam, sehingga tidak menumpuk di pagi hari seperti sebelum-sebelumnya.

3. Ketika pemilih antre di luar maupun saat duduk di dalam TPS diatur jaraknya, minimal 1 meter sehingga tidak terjadi kerumunan.

4. Dilarang bersalaman, terutama antara petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan pemilih. Termasuk sesama pemilih.

5. Disediakan perlengkapan cuci tangan portable atau wastafel dengan air mengalir dan sabun di TPS, bagi pemilih sebelum dan sesudah mencoblos.

6. Petugas KPPS mengenakan masker selama bertugas, disiapkan masker pengganti sebanyak tiga buah selama bertugas. Pemilih diharapkan membawa masker sendiri dari rumah. Di area TPS hanya disediakan cadangan dalam jumlah terbatas.

AYO BACA : Pilkada Serentak 2020: Ridwan Kamil Sebut Berpotensi Munculkan 9 Ribu Kasus Covid-19

7. Petugas KPPS mengenakan sarung tangan selama bertugas. Setiap pemilih disediakan sarung tangan plastik (sekali pakai) di TPS.

8. Petugas KPPS mengenakan pelindung wajah (face shield) selama bertugas.

9. Saksi dan pengawas TPS yang hadir di TPS mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, dan sarung tangan sekali pakai.

10. Setiap pemilih diharapkan membawa alat tulis sendiri dari rumah untuk menuliskan atau memberikan tanda tangan dalam daftar hadir. Dengan cara ini, satu alat tulis tidak dipakai bergantian oleh ratusan orang.

11. Di setiap TPS disediakan tisu kering untuk pemilih yang selesai mencuci tangan sebelum maupun sesudah mencoblos di TPS.

12. Petugas KPPS yang bertugas di TPS harus menjalani rapid test sebelum bertugas, sehingga diyakini sehat/tidak membahayakan pemilih selama bertugas.

13. Setiap pemilih yang akan masuk ke TPS dicek suhu tubuhnya. Jika suhunya di bawah standar, dibolehkan untuk mencoblos di dalam TPS.

14. Lingkungan TPS didesinfeksi sebelum maupun sesudah proses pemungutan dan penghitungan suara. Desinfeksi akan dilakukan secara berkala setiap pergantian mekanisme pemilih yang datang.

15. Setiap pemilih yang selesai mencoblos tidak lagi mencelupkan jari ke dalam botol tinta, tetapi tintanya akan diteteskan oleh petugas.

16. Jika ada pemilih bersuhu tubuh di atas standar (lebih dari 37,3 celsius), maka dipersilakan untuk mencoblos di bilik suara khusus, yang berbeda dengan bilik suara di dalam TPS, namun masih di lingkungan TPS tersebut.

AYO BACA : Ida Pastikan Pilkada 9 Desember 2020 Jadi Hari Libur Nasional

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar