>

Tiga Poin Penting dari Bima Arya Soal PJJ untuk DPR

  Rabu, 09 Desember 2020   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor, Bima Arya/ instagram

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan 3 poin penting terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19. Tiga poin tersebut yakni infrastruktur, isi pembelajaran, serta peran masyarakat lingkungan rumah tempat siswa tinggal.

Pada poin pertama, Bima mengkritik mengenai kondisi infrastruktur yang belum merata di semua wulayah. Mulai dari ketersediaan gawai, sarana internet yang memadai, hingga jangkauan jaringan komunikasi.

“Ada juga mobilisasi sumbangan gadget. Banyak gerakan yang kita salurkan melalui aplikasi. Ada Jabar Bergerak yang mengumpulkan donasi dari donatur berupa gadget atau gawai yang diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu,” kata Bima Arya, Rabu (9/12/2020).

Kedua, mengenai konten, Menurutnya, banyak pengajar yang perlu dibantu, pihaknya membangun kolaborasi untuk menyusun panduan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dengan Pusat Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar.

“Kita dorong beberapa platform untuk masuk,” katanya.

AYO BACA : Kota Bogor Catat 60 Kasus Baru Covid-19

Ketiga, mengaktivasi Dasawisma agar PJJ bisa di monitor di wilayah. Jangan sampai Wifi disiapkan, mereka berkumpul, tidak jaga jarak dan akhirnya saling menularkan. 

Di Kota Bogor, pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan dengan beberapa ketentuan. Diantaranya, hanya akan dilaksanakan tatap muka dengan catatan bulan Januari kasus Covid di Kota Bogor terkendali, Bed occupancy rasionya aman, termasuk tren kasus positif dan klaster dinyatakan aman.

“Kalau kami dan Satgas itu sudah menyatakan aman, maka kita jalankan. Namun Komite Sekolah juga harus oke. Kemudian kita dengan KCD membuat daftar periksa. Daftar periksa sedang kita sosialisasikan. Kalau KCD oke, Komite sekolah oke, tapi daftar periksa belum aman, maka belum bisa dilaksanakan,” ujar Bima.

Namun jika kelas pembelajaran tatap muka sudah berjalan dan ada orang tua yang khawatir, maka tidak diwajibkan. Disdik sedang menyusun ada beberapa opsi pembelajaran tatap muka dengan metode hybrid  learning (metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan).

“Jadi, pembelajaran tatap muka tidak dilakukan setiap hari, bisa seminggu sekali atau dua kali dalam seminggu,” katanya.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Airlangga Sebut Skema Pelaksanaan Vaksinasi Segera Terbit 1-2 Minggu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar