--> -->

Capaian PNM di Tengah Pandemi: Nasabah Capai 7,5 Juta, Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja Baru

  Kamis, 10 Desember 2020   Aini Tartinia
Acara Temu Media PNM 2020/dok: Humas PNM

TEBET, AYOJAKARTA.COM – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) sampai 30 November 2020, mencatat total nasabah sebanyak 7,5 juta.

EVP Keuangan dan Operasional PT PNM, Sunar Basuki mengatakan, jika dibandingkan dengan jumlah nasabah pada November 2019 sebanyak 5,8 juta nasabah, total nasabah Mekaar meningkat 1,7 juta orang.

Bahkan, Sunar mengungkapkan, berdasarkan data terbaru 8 Desember 2020 kemarin, jumlah nasabah sudah mencapai 7,7 juta orang.

AYO BACA : Anya Geraldine Makin Seksi Pakai Yamaha LEXi

"Tentu, kami harapkan pencapaian di akhir 2020 bisa mencapai 7,8 juta nasabah," ujar EVP Keuangan dan Operasional PT PNM, Sunar Basuki, dalam telekonferensi pers, Kamis (10/12/2020).

Sunar mengungkapkan, PNM telah menciptakan lapangan 2 juta lapangan pekerjaan, baik melalui penciptaan pelaku usaha ultra mikro maupun menambah lapangan pekerjaan lebih dari 10 ribu pegawai beserta pemberdayaan dan pembiayaan yang dilakukan, melalui peningkatan jumlah nasabah selama pandemi Covid-19.

"Setiap nasabah bisa menciptakan 0,2 lapangan pekerjaan. Kalau 1,7 juta nasabah dikali 0,2, ini kita bisa ciptakan 2 juta lapangan pekerjaan," kata Sunar.

AYO BACA : 2 Januari 2021 Pemprov DKI Kirim SPPT PBB Secara Elektronik, Simak Alurnya!

Selain itu, peningkatan jumlah nasabah di masa pandemi Covid-19 juga diikuti dengan peningkatan jumlah penyaluran pembiayaan. Sunar menyebutkan selama 11 bulan sepanjang 2020 , PNM menyalurkan pembiayaan sebesar Rp21,4 triliun.

Angka tersebut, lanjutnya, menunjukkan peningkatan sebesar Rp6,1 triliun dari data terakhir 2 bulan lalu, di mana dana yang disalurkan baru Rp15,3 triliun. Sementara itu, jika dilihat secara keseluruhan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year), terjadi kenaikan sebesar 25%.

"Angka Rp21,4 triliun ini meningkat 20,34% jika dibandingkan November tahun lalu sebesar Rp17,8 triliun," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, outstanding PNM juga naik 25% menjadi Rp 23,6 triliun tahun ini dari sebelumnya Rp17,5 triliun. Selain itu, terjadi penurunan nonperforming loan (NPL) dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 1,39 persen. Lebih rinci, Sunar mengatakan, NPL dari program Mekar tetap berada di angka 0,15% dan program Ulamm sebesar 2,99%.

Pencapaian ini, kata Sunar, menjadi prestasi di tengah bisnis industri yang justru kebanyakan mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. "Ini tentu merupakan prestasi PNM. Hampir banyak industri yang mengalami penurunan kinerja, sementara PNM kinerjanya tumbuh menonjol."

AYO BACA : Potongan Perca di Bogor Hasilkan Produk Berdaya Jual

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar